SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mendesak Pt.Jasa Marga membuka pintu gerbang darurat jalan tol Purbaleunyi di kilometer 99+600 Sawit untuk mengurangi beban jembatan Ciganea dan Cisomang yang sudah memperihatinkan.
"Kalau di lihat kasat mata, lapisan aspal di dua jembatan tersebut sudah mengelupas, konstruksinya juga jika dilewati truk besar dan bus terasa bergoyang," kata Dedi kepada awak media di rumah dinasnya, Senin (13/2).Â
Jika kedua jembatan yang berada di jalan arteri Purwakarta Bandug tersebut terus dipaksakan dilalui truk gajah dan bus selepas gerbang tol Jatiluhur/Ciganea, tegas Dedi, dikhawatirkan segera ambles bahkan ambruk. Dampaknya, dipastikan arus lalu-lintas di Purwakarta akan lumpuh. "Masyarakat kami jelas sangat dirugikan," ujar Dedi.
Menurut Dedi, jika pihak Pt.Jasa Marga mau membuka pintu gerbang darurat Sawit khusus buat kendaraan truk besar dan bus, justeru akan mengurangi beban jembatan Cisomang di kilometer 100 jalan tol Purbaleunyi. "Menurut kami itu solusi yang terbaik," imbuhnya.
Dedi mengungkapkan, pihaknya, kini, sedang menyiapkan proyek simpang sususn di kilometer 99 Sawit sebagai solusi mengatasi kemacetan dan kedaruratan lalu-lintas di rute arteri Purwakarta-Bandung dan kebalikannya. Jika simpang susun itu selesai pada akhir tahun ini, penggunaan sementara gerbang darurat Sawit bisa ditutup lagi.
Ada pun pihak Pt.Jasa Marga kukuh pada pendiriannya untuk tidak membuka gerbang tol darurat kilometer 96+600 Sawit tersebut. "Kami tidak merencanakan gerbang tersebut untuk dibuka," ujar APV Corporate Corporation PT Jasa Marga Persero Dwimawan Heru. Menurutnya, gerbang darurat tersebut disiapkan sebagai upaya manajemen risiko dan untuk kepentingan tanggap darurat saja dan tidak untuk kepentingan yang lain.
Gara-gara jembatan Cisomang di kilometer 100 tol Purbaleunyi mengalami pergeseran medio Desember 2016, semua kendaraan truk jurusan Jakarta-Bandung, diwajibkan keluar lewat gerbang tol Jatiluhur/Ciganea terus menyusuri jalan arteri Cigabea-Sukatani-Padalarang-Bandung.
Tetapi, setelah dua bulan berlangsung, kebijakan tersebut, kini, mulai membawa dampak negatif karena menimbulkan kerusakan pada jembatan Ciganea dan Cisomang.
Â
Sumber: TEMPO
