Mundur dengan Alasan Tak Bersedia Lepas Hijab, Dilema Kadet Putri Universitas Pertahanan RI

Sukabumiupdate.com
Jumat 21 Agu 2026, 10:00 WIB
Mundur dengan Alasan Tak Bersedia Lepas Hijab, Dilema Kadet Putri Universitas Pertahanan RI

Kampus UNHAN RI (Sumber: dok UNHAN)

SUKABUMIUPDATE.com - Universitas Pertahanan RI sedang menjadi sorotan warganet. Cerita calon kadet putri Unhan RI, Asma Wafa Andina, yang memilih mundur karena tak bersedia Lepas hijab setelah dinyatakan lulus seleksi pusat menuai sorotan di media sosial

Wafa merupakan calon mahasiswa Program S-1 Kedokteran yang mengikuti rangkaian seleksi PMB Unhan Tahun Akademik 2026/2027. Wafa disebut telah melewati proses seleksi sejak Februari hingga Juni dan dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat.

Lewat postingan, ia mengaku mendapat informasi bahwa mahasiswi berhijab diwajibkan melepas jilbab selama menjalani pendidikan. Saat itu, dia ingin memastikan kembali aturan mengenai penggunaan hijab sebelum menandatangani kontrak pendidikan.

Baca Juga: Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Polisi Siapkan Pemeriksaan

Wafa kemudian memilih mengundurkan diri karena tidak bersedia melepas hijab. Wafa menyebut persoalan tersebut pertama kali mengemuka saat sesi wawancara akademik pada 7 Juni 2026. la mengaku para calon kadet putri ditanya mengenai kesediaan melepas jilbab apabila dinyatakan lolos.

Salah satu percakapan yang diungkap Wafa berbunyi, "Untuk cakadet yang berjilbab. apabila nanti kalian lolos, bersedia melepas jilbab?" Pertanyaan tersebut disebut mendapat jawaban kesediaan dari peserta yang ditanya.

"Mengenai aturan lepas jilbab apakah ada aturan tertulisnya? Karena saya lihat di surat perjanjian tidak ada poin spesifik yang menyebutkan," demikian unggah Wafa dikutip dari suara.com.

Baca Juga: Payung Hukum Dana Jurnalisme Dinilai Mendesak, Dewan Pers Didorong Segera Sahkan Regulasi

Menurut Wafa, panitia kemudian menyampaikan tidak terdapat aturan khusus mengenai pelepasan jilbab dalam dokumen perjanjian. Kebijakan tersebut disebut sebagai arahan pimpinan yang telah diterapkan sejak penerimaan angkatan pertama.

Wafa juga mengaku mempertanyakan keberadaan kadet asal Palestina yang tetap diperbolehkan mengenakan jilbab. Menurut keterangannya, pihak panitia menyebut mereka sebagai pengecualian.

Pilih Mundur Setelah Lulus Seleksi

Wafa akhirnya mengambil keputusan untuk mundur. Surat pernyataan pengunduran dirinya bertanggal 24 Juni 2026 mencantumkan alasan spesifik, "tidak bersedia melepas hijab." "Menurut saya hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang merdeka," tegas Wafa dalam unggahannya.

Baca Juga: Batuk Kering vs Berdahak: Kenali Perbedaannya dan Cara Mengatasinya

Kisah tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan mengenai transparansi aturan di lingkungan pendidikan militer. Sejumlah netizen menyampaikan dukungan kepada Wafa karena memilih mempertahankan prinsipnya.

Salah satu akun bahkan meminta Unhan memperjelas ketentuan penggunaan hijab sejak tahap pendaftaran. "Aturan pengenaan jilbab di media sosial hanyalah gimmick, gini loh, kalau tidak ada aturan tertulis jangan diada-adain," tulis salah satu pengguna media sosial.

Komentar lain mempertanyakan kesesuaian kebijakan tersebut dengan nilai kebebasan beragama. "Katanya 'Ketuhanan Yang Maha Esa' dan 'Kemanusiaan yang Adil & Beradab. Tapi hak untuk berkerudung kok dilarang sama Unhan?" tulis akun lainnya.

Baca Juga: Cuaca Jabar 21 Agustus 2026, Sukabumi Potensi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Komentar tersebut mendapat perhatian besar dan ikut mendorong perdebatan mengenai dasar hukum kebijakan penggunaan hijab di lingkungan kampus. "Kalau Tak Boleh, Jangan Difasilitasi dari Awal"

Pasalnya, dalam materi dan informasi seleksi yang beredar, peserta perempuan berhijab disebut tetap difasilitasi selama mengikuti tahapan tes. Salah satu unggahan yang turut ramai dibagikan menyampaikan kritik kepada Unhan agar aturan disampaikan secara terbuka sejak awal.

"Perjelas aturan. Dari awal tidak usah memfasilitasi perempuan berjilbab kalau akhirnya kalian suruh lepas tuh jilbabnya selama pendidikan sarjana," tulis akun tersebut.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini