SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang langsung menetapkan efisiensi anggaran sebagai salah satu prioritas utama setelah resmi memimpin lembaga tersebut. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat.
Nanik menegaskan, efisiensi diperlukan agar penggunaan anggaran negara lebih efektif sekaligus memperkuat tata kelola pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut.
Menurutnya, anggaran MBG yang saat ini berada di kisaran Rp268 triliun masih memiliki ruang untuk dilakukan penghematan melalui berbagai pembenahan dalam sistem pelaksanaan program.
"Hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran. Sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran," kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Pria 21 Tahun di Palabuhanratu Ditetapkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur
Untuk mewujudkan hal tersebut, BGN akan melakukan efisiensi di sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan MBG. Salah satu langkah awal yang akan ditempuh adalah melakukan refocusing atau penataan ulang sasaran penerima manfaat agar program berjalan lebih tepat sasaran dan efektif.
Selain itu, BGN juga memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan dapur-dapur baru yang sebelumnya direncanakan sebagai bagian dari perluasan pelaksanaan program.
"Kedua, moratorium dapur titik-titik baru," ujarnya.
Di sisi lain, BGN akan memfokuskan perhatian pada pembenahan dapur yang telah berdiri dan beroperasi. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari standar fasilitas hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Menurut Nanik, kualitas layanan dan keamanan pangan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan MBG. Karena itu, dapur yang dinilai belum memenuhi standar akan dikenakan tindakan tegas.
"Pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspensi," jelasnya.
Baca Juga: Resmi Dibuka, Duplikasi Jembatan Pamuruyan Mulai Layani Arus Bogor-Sukabumi
Selain fokus pada efisiensi dan peningkatan kualitas layanan, BGN juga akan memperkuat pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah alternatif skema pelaksanaan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat di daerah tersebut tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Keempat, merealisasikan program MBG untuk daerah 3T dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN," katanya.
Langkah-langkah tersebut menjadi agenda awal Nanik setelah dipercaya memimpin BGN. Kebijakan efisiensi, pembenahan tata kelola, peningkatan standar dapur, serta perluasan jangkauan program ke wilayah 3T diharapkan dapat memperkuat efektivitas Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Sumber: Suara.com



