FPKB Minta Bahaya Narkoba Masuk Kurikulum Pendidikan

Sukabumiupdate.com
Rabu 02 Nov 2016, 02:18 WIB
FPKB Minta Bahaya Narkoba Masuk Kurikulum Pendidikan

SUKABUMIUPDATE.COM - Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding menilai materi penjelasan bahaya narkoba perlu dimasuKkan ke dalam kurikulum pendidikan karena narkoba tidak hanya mengancam kalangan remaja dan pemuda,juga anak-anak.

"Saat kunjungan kerja ke Sumatera Utara kami menemukan ekstasi bergambar boneka kecil warna-warni yang menarik," kata Karding dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Jakarta, Rabu (2/11).

Karding mengaku menemukan ekstasi berbentuk boneka kecil warna-warni itu saat rapat bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara dan Kapolda Sumatera Utara.

Dia meyakini narkoba itu diperuntukan bagi anak-anak sehingga temuan itu menjadi semacam peringatan bagi semua pihak untuk lebih bersungguh-sungguh melawan bahaya narkoba.

"Saya meyakini ini merupakan modus penjualan ekstasi dengan sasaran anak-anak," ujarnya.

Sekretaris Jenderal PKB itu mengatakan, narkoba harus menjadi musuh bersama seluruh elemen bangsa dan melawan narkoba sehingga tidak cukup hanya mengandalkan aparat kepolisian.

Dia menilai peran orang tua, guru, aparatur birokrasi, organisasi masyarakat, dan pemerintah juga sangat dibutuhkan.

"Perlu pengawasan dan bimbingan guru, perhatian orang tua, serta ketegasan pemerintah membongkar mafia dan membersihkan aparat yang terlibat narkoba," katanya.

Ketua Fraksi PKB Sekretaris Jenderal DPP PKB itu berharap masuknya bahaya narkoba dalam kurikulum pendidikan bisa menguatkan ahlak, moral, dan kesadaran religiusitas anak.

Hal itu menurut dia diharapkan anak-anak tidak saja memiliki pengetahuan mengenai bahaya narkoba, tapi juga kesadaran untuk menjauhinya.

"Narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang melibatkan banyak pihak dan berdampak besar terhadap kehidupan bangsa ke depan," katanya.

Dia menyatakan ketegasan aparat dalam menegakan hukum juga menjadi salah satu kunci penting meredam bahaya narkoba di Indonesia.

Berita Terkini