6 Mitos Bunga Wijaya Kusuma, Bunga Legendaris yang Diyakini Membawa Keberuntungan

Sukabumiupdate.com
Minggu 17 Mei 2026, 18:30 WIB
6 Mitos Bunga Wijaya Kusuma, Bunga Legendaris yang Diyakini Membawa Keberuntungan

Mitos Bunga Wijaya Kusuma, Bunga Legendaris yang Diyakini Membawa Keberuntungan | Foto: Pixabay/ignartonosbg

SUKABUMIUPDATE.com - Bunga Wijaya Kusuma dikenal sebagai salah satu tanaman yang penuh misteri dan cerita mistis di Indonesia, khususnya dalam budaya Jawa. Bunganya yang hanya mekar pada malam hari membuat tanaman ini sering dikaitkan dengan berbagai mitos, mulai dari pembawa keberuntungan hingga simbol kejayaan dan kemuliaan.

Tak sedikit orang percaya bahwa melihat bunga Wijaya Kusuma mekar menjadi pertanda baik dalam kehidupan. Karena mekarnya tergolong singkat dan jarang disaksikan secara langsung, momen tersebut dianggap istimewa dan memiliki nilai spiritual tersendiri bagi sebagian masyarakat.

Namun, dibalik mitos yang menyelimutinya, bunga Wijaya Kusuma adalah bunga yang memiliki bentuk yang indah dan aroma harum yang khas. Perpaduan antara keunikan bunga dan cerita turun-temurun inilah yang membuat Wijaya Kusuma tetap menarik untuk dibahas hingga sekarang.

Baca Juga: Legenda Curug Orok Garut, Antara Mitos dan Keindahan Alam Swiss van Java

Baca Juga: Jembatan Kuning Bagbagan: Ikon Konstruksi Belanda di Sukabumi dan Mitos Sungai Cimandiri

Nah, berikut ini mitos-mitos yang berkembang seputar bunga Wijaya Kusuma yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Bunga Pembawa Keberuntungan dan Kemuliaan

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, orang yang berhasil melihat bunga Wijaya Kusuma mekar dipercaya akan mendapat keberuntungan, rezeki, kewibawaan, hingga kemuliaan hidup. Karena mekarnya sangat singkat dan jarang disaksikan langsung, momen tersebut dianggap istimewa dan penuh makna spiritual.

2. Dikaitkan dengan Raja dan Wahyu Keprabon

Salah satu mitos paling terkenal menyebut bunga Wijaya Kusuma sebagai pusaka kerajaan. Dalam cerita-cerita Jawa kuno, bunga ini dipercaya berkaitan dengan “wahyu keprabon” atau tanda restu untuk menjadi pemimpin atau raja.

Konon, raja atau bangsawan yang memiliki bunga ini dianggap memperoleh legitimasi kekuasaan, kejayaan, dan keberhasilan dalam memimpin. Karena itu bunga Wijaya Kusuma sering dikaitkan dengan cerita keraton dan kerajaan Jawa.

3. Disebut Sebagai Bunga Favorit Nyi Roro Kidul

Dalam mitos populer masyarakat Jawa, bunga Wijaya Kusuma juga sering dihubungkan dengan Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan. Ada kepercayaan bahwa bunga ini menjadi salah satu bunga kesukaan sang penguasa laut selatan dan kerap dipakai dalam ritual atau sesajen tertentu. Walau tidak memiliki dasar ilmiah, cerita ini sudah lama berkembang secara turun-temurun.

4. Dipercaya Bisa Membawa Rezeki

Nama “Wijaya Kusuma” sendiri dianggap memiliki makna simbolis “Wijaya” berarti kemenangan dan “Kusuma” berarti bunga. Karena itu banyak orang percaya tanaman ini bisa membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Tak sedikit pula yang menanam bunga ini dengan harapan kehidupan menjadi lebih baik.

5. Mitos Mendatangkan Jodoh dan Keturunan

Di beberapa daerah, ada juga kepercayaan bahwa bunga Wijaya Kusuma bisa mempermudah datangnya jodoh, atau menjadi simbol kesuburan dan keturunan. Karena itulah tanaman ini kadang dianggap memiliki aura romantis dan spiritual.

6. Mekarnya Dianggap Pertanda Khusus

Karena hanya mekar pada malam hari dan biasanya tidak lama, mekarnya bunga Wijaya Kusuma sering dianggap sebagai pertanda baik, tanda datangnya tamu, atau simbol perubahan besar dalam hidup seseorang. Bahkan sebagian orang sengaja menunggu momen mekarnya karena dianggap membawa energi positif.

Itulah beberapa mitos seputar bunga Wijaya Kusuma. Di balik berbagai mitosnya, bunga ini sebenarnya adalah tanaman kaktus malam yang dikenal dengan nama ilmiah Epiphyllum oxypetalum. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko, lalu menyebar ke Asia termasuk Indonesia.

Ciri khas bunga WIjaya Kusuma adalah memiliki bentuk bunga besar berwarna putih, harum, dan hanya mekar beberapa jam di malam hari.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini