SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah tingginya tuntutan profesionalisme birokrasi, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi memilih pendekatan spiritual untuk memperkuat karakter Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan pengajian rutin yang digelar sebagai sarana refleksi dan peningkatan etos kerja.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyatakan bahwa penguatan sisi religius sangat krusial untuk membentuk integritas pegawai, terutama dalam menghadapi dinamika pelayanan publik yang semakin kompleks.
“Pengajian rutin ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat keimanan, kebersamaan, serta membangun semangat kerja yang penuh keberkahan,” ujar Sendi, Senin (11/5/2026).
Menurut Sendi, tantangan birokrasi saat ini bukan sekadar soal percepatan layanan berbasis digital, melainkan juga menjaga standar moral dan etika aparatur. Ia menekankan bahwa nilai tanggung jawab dan kepedulian sosial harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Disperkim Sukabumi Perkuat Disiplin ASN Demi Tingkatkan Pelayanan Publik
"Di era yang serba cepat ini, jajaran Disperkim harus tetap menjaga integritas. Kami berharap kegiatan ini mampu menguatkan komitmen pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik dan humanis," tambahnya.
Lebih lanjut, Sendi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Kabupaten Sukabumi tidak hanya diukur dari fisik bangunan semata, tetapi juga dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memegang teguh nilai-nilai spiritual.
Selain penguatan karakter, forum keagamaan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat hubungan antarkaryawan guna menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.
“Lingkungan kerja yang kondusif dan saling menghormati akan berdampak langsung pada produktivitas. Semangat kebersamaan ini yang harus kita jaga agar pelayanan publik tetap optimal dan ikhlas,” tutur Sendi.
Melalui agenda rutin ini, Disperkim Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi lembaga pelayanan publik yang akuntabel, religius, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (adv)





