SUKABUMIUPDATE.com - Diplomasi tidak selamanya berlangsung di ruang formal dengan meja perundingan. Dalam rangkaian Diplomatic Forum 2026, sebanyak 16 Duta Besar (Dubes) dari negara-negara sahabat terjun langsung ke lapangan untuk menyelami kearifan lokal melalui praktik membatik ecoprint bersama siswa SMP Negeri 1 Kota Sukabumi, Selasa (21/4/2026).
Di atas bentangan kain putih, para perwakilan negara sahabat tampak antusias mengikuti instruksi para siswa. Menggunakan teknik pewarnaan ramah lingkungan, mereka mencetak motif dari pigmen alami dedaunan dan bunga, sebuah metode yang telah dipersiapkan para siswa selama tiga pekan terakhir.
Kepala SMP Negeri 1 Kota Sukabumi, Muhammad Adhi Rohmatullah, menegaskan bahwa pengenalan ecoprint ini membawa pesan global yang mendalam mengenai isu perubahan iklim (global warming).
“Ini adalah presentasi anak-anak berkenaan dengan ecoprint. Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah berhubungan dengan perubahan iklim atau global warming. Jadi kita ingin bahwa salah satu aktivitas ataupun salah satu menangani pemanasan global ini adalah dengan adanya ecoprint yang tentu tidak menggunakan bahan kimia, tapi lebih pada menggunakan alam, bahan-bahan alam,” ujar Adhi kepada sukabumiupdate.com di lokasi.
Baca Juga: Diplomatic Forum 2026 Digelar di Kota Sukabumi, Libatkan 16 Negara Sahabat
Kegiatan yang melibatkan 150 siswa dan guru ini tidak hanya menjadi ajang unjuk budaya, tetapi juga membuka ruang interaksi internasional bagi para pelajar. Adhi mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Sukabumi kepada sekolahnya.
“Ini juga adalah pengalaman yang terbaik bagi anak-anak, khususnya bagi siswa, guru, maupun warga sekolah. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, kami dapat menyambut para duta besar,” jelasnya.
Selain praktik ecoprint, suasana penyambutan semakin meriah dengan berbagai atraksi seni budaya khas daerah. Para Dubes disuguhi penampilan tari tradisional, musik Arumba, Angklung, Gamelan, hingga atraksi permainan tradisional Boles (bola lempung api) yang memukau tamu internasional.
Baca Juga: Kuota 173 Jemaah, Hanya 65 Warga Kabupaten Sukabumi yang Siap Berangkat Haji 2026
Interaksi hangat ini diakhiri dengan pesan motivasi dari para Duta Besar kepada siswa agar terus mencintai dan bangga terhadap identitas budaya nasional.
“Tadi disampaikan para kedubes bahwa siswa tetap untuk mencintai, bangga terhadap budaya nasional kita dan mencintai Kota Sukabumi ini untuk lebih maju lagi seperti itu, dan belajar tentu lebih giat lagi,” pungkas Adhi.
Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Kota Sukabumi membuktikan bahwa edukasi berbasis lingkungan dan diplomasi budaya dapat tumbuh selaras dari dalam ruang kelas, mempertemukan nilai lokal dengan kepedulian global.





