SUKABUMIUPDATE.com – Sore itu, suasana di Exit Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, tampak berbeda. Ratusan orang berkumpul dengan tas di tangan dan wajah penuh harap. Di antara hiruk-pikuk kendaraan, terselip cerita-cerita sederhana tentang rindu yang akan segera terobati.
Program mudik gratis yang digelar Polres Sukabumi bukan sekadar keberangkatan perjalanan, tetapi juga menjadi jembatan bagi banyak orang untuk kembali ke kampung halaman tanpa beban biaya.
Di antara para pemudik, Nevi Oktavia tampak sibuk mengurus dua anaknya. Warga Nagrak itu mengaku lega bisa kembali mudik tahun ini tanpa harus memikirkan ongkos perjalanan yang biasanya cukup menguras kantong.
“Ini saya mudik setiap tahun, sekarang gratis. Senang sekali, terima kasih kepada bapak Kapolres, ini sangat membantu,” katanya dengan wajah sumringah.
Baca Juga: Memiliki Kepribadian Kritis, Sosok Andrie Yunus Aktivis Kontras di Mata SMAN 1 Cicurug Sukabumi
Bagi Nevi, perjalanan ke Purworejo bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebaran adalah momen berkumpul bersama keluarga besar yang sudah lama dirindukan. Biasanya, ia harus merogoh kocek hingga Rp250 ribu per orang, bahkan bisa mencapai Rp300 ribu saat musim Lebaran.
Kini, beban itu terasa jauh lebih ringan.
Di sudut lain, Sinta Yuanita tampak bersiap menaiki bus bersama suami dan seorang anaknya. Ia mengaku mengetahui program mudik gratis tersebut dari perusahaan tempatnya bekerja melalui serikat buruh.
“Saya mengetahui program ini dari perusahaan yaitu serikat buruh. Rencana pulang ke Cirebon, di sini kerja di Parungkuda. Alhamdulillah bisa menghemat biaya mudik, bahagia bisa bertemu keluarga,” ujarnya.
Di sudut lain, para pemudik terlihat saling berbincang, sebagian menata barang bawaan, sementara anak-anak tampak antusias menunggu keberangkatan. Ada yang membawa tas besar, ada pula yang hanya membawa seperlunya, namun semuanya memiliki tujuan yang sama: pulang.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengatakan sekitar 250 pemudik diberangkatkan menggunakan empat bus menuju sejumlah daerah seperti Cianjur, Bandung, Cirebon, hingga Purworejo.
“Yang kita berangkatkan sore ini sekitar 250 orang menggunakan empat bus dengan tujuan Cianjur, Bandung, Cirebon, dan Purworejo,” ujarnya.
Baca Juga: Nasib Buruh Sukabumi: Dipaksa Beli Kue Lebaran Rp700 Ribu Atau Putus Kontrak Kerja
Tak hanya menyediakan transportasi, para pemudik juga dibekali takjil untuk berbuka puasa di perjalanan.
“Kita berikan takjil di perjalanan sehingga masyarakat tidak perlu repot mencari buka puasa,” tuturnya.
Bagi banyak warga, program ini bukan hanya soal gratis atau tidak. Lebih dari itu, ini adalah tentang kesempatan untuk pulang dengan tenang—tanpa dihantui kekhawatiran biaya.
Perlahan, satu per satu pemudik mulai menaiki bus. Lambaian tangan, pelukan singkat, hingga senyum haru mewarnai momen keberangkatan. Mesin bus dinyalakan, dan perjalanan panjang menuju kampung halaman pun dimulai.
Di balik roda yang berputar, tersimpan harapan sederhana: bisa berkumpul kembali dengan orang-orang tercinta di hari yang fitri.




