SUKABUMIUPDATE.com - Anthropophobia adalah kondisi di mana seseorang mengalami ketakutan yang sangat intens terhadap orang lain atau interaksi sosial. Bukan sekadar rasa malu biasa, antropofobia membuat penderitanya merasa cemas atau takut setiap kali harus berada di dekat orang lain atau berinteraksi, bahkan dengan orang yang dikenal sekalipun. Kondisi ini sering disalah artikan sebagai kecemasan sosial, tapi keduanya memiliki perbedaan yang penting dalam cara ketakutan itu muncul dan dialami.
Apa Itu Anthropophobia?
Anthropophobia secara harfiah berasal dari bahasa Yunani: anthropos berarti manusia, dan phobos berarti ketakutan. Ini adalah bentuk fobia spesifik di mana seseorang merasa takut terhadap manusia atau kehadiran orang lain. Kondisi ini tidak tercantum sebagai gangguan mental resmi dalam DSM-5 (Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental), tetapi sering dipandang sebagai jenis fobia spesifik sejenis.
Berbeda dengan gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder), yang biasanya berhubungan dengan rasa takut dinilai atau dikritik saat berinteraksi, pada anthropophobia ketakutan itu muncul terhadap manusia itu sendiri apakah situasinya formal atau tidak.
Baca Juga: Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah, Ini 7 Khasiat Air Rebusan Daun Belimbing
Tanda dan Gejala Anthropophobia
Orang dengan anthropophobia dapat menunjukkan beberapa tanda yang khas, baik secara emosional maupun fisik, ketika menghadapi interaksi sosial:
- Rasa takut atau kecemasan yang intens saat berpikir tentang bertemu orang lain
- Kekhawatiran berlebihan tentang bagaimana orang lain melihat atau menilai mereka.
- Dorongan kuat untuk menghindari situasi sosial sama sekali.
- Perasaan malu, kesepian, atau rendah diri saat harus berinteraksi.
- Jantung berdebar cepat.
- Berkeringat atau gemetar.
- Sulit bernapas atau merasa sesak dada.
- Mual atau pusing saat berada dekat orang lain.
- Menghindari acara sosial, keramaian, atau pertemuan dengan orang lain.
- Memilih tinggal di rumah lebih sering.
- Menolak kontak mata atau percakapan langsung.
Baca Juga: Penyebab Hipertensi pada Anak: Salah Satunya Pola Makan Tinggi Garam dan Cepat Saji
Penyebab Anthropophobia
Penyebab pasti antropofobia belum sepenuhnya dipahami, tetapi para ahli mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat berkontribusi:
- Pengalaman Traumatis. Pengalaman negatif sebelumnya dengan orang lain misalnya bullying, penolakan, atau kejadian emosional berat dapat memicu ketakutan berlebihan terhadap orang lain.
- Faktor Genetik dan Keluarga. Orang dengan riwayat gangguan kecemasan dalam keluarga mungkin lebih berisiko mengalami anthropophobia atau kecemasan sosial.
- Ketidakseimbangan Hormon atau Sistem Saraf. Perubahan dalam sistem stres tubuh atau ketidakseimbangan hormon tertentu bisa memperburuk kecemasan terhadap interaksi sosial.
- Lingkungan dan Pembelajaran Dini. Pengalaman masa kecil, pola asuh, atau lingkungan yang tidak kondusif bagi sosialisasi bisa berperan dalam perkembangan rasa takut berlebihan terhadap orang lain.
Anthropophobia bisa berdampak besar pada kualitas hidup, terutama bila menyebabkan penghindaran sosial yang ekstrem atau isolasi berkepanjangan. Jika gejala sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: 20 Paribasa Sunda untuk Menyindir Sifat Sombong: “Agul ku payung butut”
Sumber: Berbagai sumber




