7 Dosa Orang Tua kepada Anak yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Mengumbar Aib

Senin 13 Mei 2024, 11:00 WIB
Ilustasi salah sikpa orang tua kepada anak yang termasuk dosa tidak disadari (Sumber : Pexels.com /@Anuskha)

Ilustasi salah sikpa orang tua kepada anak yang termasuk dosa tidak disadari (Sumber : Pexels.com /@Anuskha)

SUKABUMIUPDATE.com - Menjadi orang tua memang berat karena harus mendidik anak sebaik mungkin agar bisa menjadikannya sosok yang baik di masa depan. Terkadang ada sejumlah sikap yang dilakukan kita tanpa disadari menjadi dosa kepada anak.

Itu sebabnya, mendidik anak perlu lebih bijaksana dan tepat agar terhindar dari sikap yang justru menjadi dosa bagi orang tua. Apalagi hal tersebut sampai menyakiti perasaan sang anak-anak.

Lantas apa saja dosa orang tua kepada anak yang mungkin jarang disadari? Yuk simak ulasan berikut seperti dilansir dari laman zakat.or.id!

Baca Juga: 5 Jenis Ikan Laut Tinggi Purin yang Tidak Aman Dikonsumsi Penderita Asam Urat

1.Sering Caci-Maki Anak

Sering mencaci-maki anak merupakan perbuatan yang tidak layak dilakukan orang tua. Karena dampaknya sangat buruk di kemudian hari.

Adapun dampaknya adalah hubungan orang tua dengan anak akan renggang, sampai mental buah hati akan lemah. Lebih parahnya, anak berpotensi menjadi pemaki saat dewasa.

Tentunya, ini merupakan sikap negatif yang bisa ditiru sang anak, sehingga tanpa disadari orang tua telah mengajarkan perilaku buruk.

2.Menghina Anak di Hadapan Orang

Meski bertujuan baik, mempermalukan atau menghina anak di depan banyak orang itu sangat tidak dianjurkan. Karena dapat membuat dia sakit hati hingga menangis. Hati kecilnya merasa kecewa. Begitu kejiwaannya terganggu si kecil boleh jadi akan sulit diajak menjadi pribadi yang lebih baik.

3.Suka Membandingkan Anak Sendiri

Terkadang tanpa sadar orang tua suka membandingkan anaknya sendiri dengan orang lain. Ternyata hal tersebut tidaklah baik karena sama saja dengan tidak menaruh kepercayaan kepada anak.

Sikap demikian justru memperburuk suasana hati anak. Dimana sebelumnya yang ceria menjadi murung dan berkecil hati.

Baca Juga: 7 Gaya Hidup Orang Miskin yang Membuatnya Sulit Kaya

4.Mengumbar Aib Anak ke Orang Lain

Betapa jatuhnya hati dan mental anak ketika aibnya diumbar orang tua kepada orang lain. Tentu rasa malu, sakit hati, kecewa dan lainnya akan dirasakan anak.

Mau seburuk apapun anak, ada baiknya diperbaiki tanpa harus dipertontonkan keburukannya kepada pihak lain.

5.Melarang Tanpa Sebab

Salah satu masalah pola asuh yang sering dilakukan oleh orang tua adalah melarang anak melakukan sesuatu tanpa memberikan penjelasan apa penyebab dan baik buruknya.

Hal ini sama saja membiarkan anak tumbuh dengan kebodohan. Karena mematikan nalar kritis anak, di mana seharusnya diberi tempat untuk mengetahui alasan serta baik buruknya.

6.Mendoakan yang Buruk kepada Anak

Kata orang jaman dahulu, ucapan ibu bisa mencelakai anak, apalagi sampai mendoakan sesuatu yang buruk kepada buah hati.

Maka dari itu, nabi melarang umatnya untuk mendoakan buruk kepada anak-anaknya. Hal ini yang mesti dihindari dan harus disadari oleh orang tua.

Baca Juga: Jangan Disepelekan Bund! Inilah 5 Tanda Rendahnya Harga Diri pada Anak

7.Menyampaikan Informasi Salah

Terkadang orang tua lupa bahwa sesuatu yang meski memiliki tujuan baik, tidak selamanya baik menurut nilai, norma, dan agama.

Sebagai contoh, orang tua terkadang menyampaikan pengetahuan bahwa pria tidak boleh menangis. Meski tujuannya menguatkan mental, tetap saja informasi yang disampaikan keliru.

Karena menurut studi mengatakan bahwa orang tua harus membiarkan anak leluasa mengeluarkan emosinya. Bahkan dengan cara menangis sekalipun.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi Memilih31 Mei 2024, 00:01 WIB

KPU Pastikan Gunakan Kembali Sirekap untuk Pilkada 2024

KPU sedang menyusun daftar perbaikan untuk fitur di Sirekap agar bisa digunakan kembali pada Pilkada 2024.
Aplikasi sirekap Pemilu dipakai kembali KPU di Pilkada 2024. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi30 Mei 2024, 23:25 WIB

3 Kampus di Sukabumi Raih Peringkat Perguruan Tinggi Terpopuler Versi UniRank

UniRank merilis sebanyak 596 Perguruan Tinggi yang memenuhi kriteria seleksi. Dari sejumlah tersebut, tiga diantaranya Perguruan Tinggi yang ada di Sukabumi.
Kampus Universitas Nusa Putra Sukabumi | Foto : Istimewa
Sukabumi30 Mei 2024, 23:20 WIB

Nabung Rp30 Ribu Selama 10 Tahun, Tukang Batu Asal Sukabumi Wujudkan Mimpi Naik Haji

Cerita Abad, tukang batu asal Surade Sukabumi sisihkan penghasilan selama 10 tahun agar bisa mewujudkan mimpinya naik haji.
Kisah tukang batu asal Surade Sukabumi bernama Abad (66 tahun). Menanti hingga 10 tahun untuk bisa mewujudkan mimpinya naik haji. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi30 Mei 2024, 22:46 WIB

Replika Gigi Megalodon Surade Sukabumi Hilang dan Patah

Replika ini dibuat sesuai dengan apa yang ditemukan oleh masyarakat Desa Gunung Sungging, bahkan giginya disesuaikan dengan jumlah yang ditemukan, yakni sebanyak 242 buah berjejer pada rahang atas dan bawah.
Replika fosil rahang Megalodon, giginya hilang dan patah | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi30 Mei 2024, 22:30 WIB

Rawan Kecelakaan, PU Pasang Rambu Peringatan di Jalan Amblas Simpenan Sukabumi

Dinas PU Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu memasang sejumlah rambu peringatan di jalan amblas yang berada di Simpenan Sukabumi.
Dinas PU Kabupaten Sukabumi pasang rambu peringatan di ruas jalan amblas di Simpenan. (Sumber : Istimewa)
Jawa Barat30 Mei 2024, 22:02 WIB

Kisah Adu Kesaktian Mbah Karang Bolong Melawan Jawara Jongos VOC di Pesisir Sukabumi

Pantai Karang Bolong yang berada diperbatasan Desa Cidahu Kecamatan Cibitung dan Desa Sukatani Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menjadi saksi pertempuran sengit antara pasukan Belanda dengan keturunan kerajaan Cirebon.
Ilustrasi pertempuran antara Rd.Mas Martanagara alias Mbah Partadilaga atau Mbah Karang Bolong dengan Mbah Brojonoto terjadi dipesisir Pantai Karang Bolong | Foto : Dok Okezone dari Antara
Sukabumi30 Mei 2024, 21:23 WIB

Bahagianya Mak Paraji Warga Surade Sukabumi, Motor Kembali Usai Digondol Maling

Mak Paraji Dede Sumiati kehilangan motor saat tengah diparkirkan di dalam rumah, pada 29 April 2024 lalu. Saat terbangun pada waktu Subuh, motornya sudah hilang digondol maling.
Dede Sumiati (55 tahun) yang berprofesi sebagai Paraji saat mengambil motornya di Mapolres Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Sukabumi30 Mei 2024, 21:06 WIB

Sembunyikan Sabu di Bungkus Jajanan dan Sedotan, Pria asal Wardoy Sukabumi Ditangkap

Polisi menangkap pengedar narkotika di Wardoy Sukabumi. Sembunyikan sabu di bungkus jajanan dan sedotan.
Barang bukti sabu seberat 10.28 gram yang diamankan polisi dari pria asal Wardoy Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi30 Mei 2024, 20:45 WIB

Merasa Kehilangan Motor? Silakan Cek di Mapolres Sukabumi, Berikut Ini Jenisnya

Polres Sukabumi berhasil mengamankan sebanyak 21 unit sepeda motor berbagai merek yang merupakan hasil dari tindak pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Motor hasil curian diamankan di Mapolres Sukabumi di Palabuhanratu | Foto : Ilyas Supendi
Sukabumi30 Mei 2024, 20:35 WIB

Bertemakan Kearifan Lokal, SDN Cimanggah I Sukabumi Asah Kreativitas Murid Lewat Gelar Karya P5

Murid SDN Cimanggah I Sukabumi gelar karya P5, bentuk implementasi kurikulum merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Gelar Karya P5 di SDN Cimanggah I Kota Sukabumi. (Sumber : Website Pemkot Sukabumi)