Rupiah Jadi yang Terlemah di Asia, Analis Soroti Efek Mundurnya Perry Warjiyo

Sukabumiupdate.com
Selasa 28 Jul 2026, 12:46 WIB
Rupiah Jadi yang Terlemah di Asia, Analis Soroti Efek Mundurnya Perry Warjiyo

Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Mata uang Garuda bahkan tercatat menjadi yang terlemah di kawasan Asia pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.063 per dolar AS, melemah 54 poin atau 0,30 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp18.009 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen domestik, terutama setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).

"Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen negatif investor yang merespons pengunduran diri Gubernur BI. Faktor ini masih membebani pergerakan rupiah," kata Lukman dikutip dari suara.com, Selasa.

Menurutnya, rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Baca Juga: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Hari Ini Rp 17.972 Per Dolar AS

Selain sentimen domestik, tekanan terhadap rupiah juga datang dari penguatan indeks dolar AS yang kembali naik mendekati level tertinggi dalam satu bulan terakhir.

"Indeks dolar AS menguat menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) besok karena pasar mengantisipasi sikap hawkish dari Ketua The Fed," ujarnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,13 persen, dolar Taiwan turun 0,10 persen, dan peso Filipina terkoreksi 0,10 persen.

Pelemahan juga dialami dolar Hong Kong yang turun 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,008 persen, serta yuan China yang terkoreksi 0,003 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia masih mampu menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan mencatat penguatan tertinggi sebesar 0,83 persen, diikuti yen Jepang yang naik 0,05 persen dan baht Thailand yang menguat 0,03 persen.

Sumber: Suara.com

Berita Terkait
Berita Terkini