SUKABUMIUPDATE.com - Kurs mata uang Rupiah terhadap Dolar AS semakin anjlok pada Rabu (3/6/2026) siang. Dari pantauan sukabumiupdate.com terhadap situs perusahaan teknologi finansial global asal Inggris, wise.com, nilai tukar rupiah dibuka ke level Rp17.930 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS. Menurut Ibrahim, pergerakan kurs masih dipengaruhi konflik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, sementara Teheran dikabarkan telah menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington.
Sementara itu perang antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon masih terjadi dan berpotensi memperluas konflik. Iran sempat mengancam menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat dan bakal mengambil tindakan jika Israel terus melancarkan serangan di Lebanon.
Baca Juga: Ayep Zaki Rotasi dan Promosi 20 Pejabat Pemkot Sukabumi, 5 Kepala OPD-2 Camat Berganti
Dari sisi domestik, Badan pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data inflasi RI pada Mei sebesar 3,08 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan menjadi 111,40 dibanding April yang sebesar 111,09. Inflasi tahun kalender atau year-to-date tercatat sebesar 1,35 persen dan secara bulanan sebesar 0,28 persen.
Aktivitas manufaktur Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi. Berdasarkan laporan S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia naik ke level 50,0 pada Mei 2026, setelah terkontraksi ke 49,1 pada April 2026.
Sumber : tempo.co





