SUKABUMIUPDATE.com - Pariwisata Kabupaten Sukabumi tengah mengalami lonjakan signifikan. Baru memasuki bulan kelima tahun 2026, pendapatan retribusi dari enam destinasi wisata milik pemerintah daerah sudah mencapai lebih dari 92 persen dari total capaian sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, pendapatan retribusi hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp624,3 juta. Angka tersebut berasal dari retribusi pelayanan tempat rekreasi dan olahraga sebesar Rp615 juta lebih serta hasil kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) sebesar Rp8,8 juta.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah. "Alhamdulillah, angka Rp624.339.000 pendapatan retribusi dari enam objek wisata milik Pemda sampai akhir Mei 2026 ini hampir mendekati capaian satu tahun penuh pada 2025 yang sebesar Rp675.687.000," ujar Ali Iskandar, dalam keterangan yang diterima Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Dubes Zimbabwe Terkesan dengan International Cultural Festival Nusa Putra University
Melihat tren kunjungan yang terus meningkat, Ali Iskandar menegaskan bahwa pihaknya Dispar optimistis target pendapatan sektor pariwisata tahun ini dapat melampaui Rp1 miliar.
"Insyaallah dengan dukungan semua pihak, pendapatan daerah dari sektor pariwisata tahun 2026 bisa menembus angka lebih dari Rp1 miliar untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Tingginya minat wisatawan juga terlihat dari laporan pendapatan mingguan pada periode 25 Mei hingga 1 Juni 2026. Dalam waktu sepekan, enam destinasi wisata milik Pemda menghasilkan pendapatan retribusi sebesar Rp81,6 juta.
Baca Juga: Hasil Drawing ASEAN Championship Cup, Persib Bandung Satu Grup dengan Raksasa Liga Malaysia!
Setelah dikurangi biaya asuransi sebesar Rp13,7 juta, pendapatan bersih yang masuk ke kas daerah mencapai Rp67,8 juta.
Menurut Ali, peningkatan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari upaya pembenahan fasilitas, penataan kawasan wisata, serta peningkatan kualitas pelayanan di berbagai destinasi.
Konsep tersebut menekankan keramahan kepada wisatawan, pengelolaan sampah yang baik, penataan parkir yang tertib, kepastian harga bagi pengunjung, serta penerapan norma dan aturan yang berlaku di kawasan wisata.
Baca Juga: Wabup Sukabumi Dampingi Nusron Wahid, Bahas Beasiswa Pendidikan Santri
Pembenahan tidak hanya dilakukan di objek wisata milik pemerintah daerah, tetapi juga menyasar destinasi yang dikelola masyarakat maupun pihak swasta. "Kedepannya kami akan terus meningkat dan penguatan pelayanan berbasis kearifan lokal, sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan pendapatan daerah," tandasnya. (adv)






