SUKABUMIUPDATE.com- Tiket Piala Dunia 2026 sekaligus penampilan terakhir Lionel Messi dan Argentina yang akan adu ketajaman bersama Lamine Yamal dari Spanyol bekisar $10.000 hingga $60.000.
Platform resmi penjualan ulang tiket FIFA pada Sabtu pagi sempat menawarkan tiket termurah dengan harga $6.411,25 untuk kursi di tribun tengah yang berada tepat di belakang gawang. Namun, tiket tersebut habis terjual sebelum memasuki tengah hari.
Tiket untuk kursi di sudut tribun atas dipasarkan dengan harga mendekati 10.000 dolar AS. Sementara itu, bagi penonton yang ingin mendapatkan posisi lebih dekat dengan lapangan, mereka harus merogoh kocek sekitar 16.000 dolar AS, bahkan hampir 60.000 dolar AS untuk kursi eksklusif di area VIP.
Di platform penjualan tiket lain seperti SeatGeek dan StubHub, harga tiket tribun atas juga dibuka mulai kisaran 10.000 dolar AS, sedangkan beberapa kursi di tribun bawah ditawarkan hingga hampir 35.000 dolar AS.
Bagi sebagian pencinta sepak bola, harga tersebut dinilai sepadan demi menyaksikan duel bersejarah antara Lionel Messi, yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, melawan Lamine Yamal, bintang muda yang tengah bersinar di panggung dunia.
Argentina datang ke partai final dengan misi meraih gelar Piala Dunia keempat sepanjang sejarah sekaligus mempertahankan trofi yang mereka raih pada edisi 2022. Jika berhasil, La Albiceleste akan menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962 yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Sementara itu, Spanyol memburu gelar dunia kedua setelah sukses menjadi juara pada edisi 2010.
Sepanjang turnamen ini, Lionel Messi telah mengoleksi delapan gol dan empat assist. Final Piala Dunia 2026 juga menjadi partai puncak ketiganya setelah sebelumnya tampil pada edisi 2014 dan 2022. Saat ini, Messi masih bersaing dengan Kylian Mbappé dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Sebelum turnamen berlangsung, Spanyol dan Argentina sebenarnya dijadwalkan bertemu dalam ajang Finalissima. Namun, pertandingan yang semula direncanakan digelar di Qatar pada Maret lalu akhirnya dibatalkan akibat situasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Sumber: espn.com
















