Ramai Pajak THR 2024, Benarkah Tunjangan Hari Raya yang Diterima Pekerja jadi Lebih Kecil?

Kamis 28 Maret 2024, 15:15 WIB
Ilustrasi - Ramai Pajak THR 2024, Benarkah Tunjangan Hari Raya yang Diterima Pekerja jadi Lebih Kecil? (Sumber : Freepik)

Ilustrasi - Ramai Pajak THR 2024, Benarkah Tunjangan Hari Raya yang Diterima Pekerja jadi Lebih Kecil? (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Pajak THR 2024 menjadi hal yang kini hangat diperbincangkan warganet. Pajak ini sendiri disebut merupakan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 dengan skema terbaru khususnya yang diterapkan pada bulan diterimanya tunjangan hari raya (THR).

Dikutip dari Tempo.co, skema tarif efektif rata-rata (TER) ini dikeluhkan para pekerja karena membuat nilai THR dan bonus langsung berkurang.

Tak sedikit keluhan disampaikan warganet bahkan di kolom komentar Instagram pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Banyak warganet menilai besaran pajak THR ini terlalu besar.

Salah satunya komentar akun @kurniadsf dalam kolom komentar unggahan Sri Mulyani pada 27 Maret lalu.

Baca Juga: Kini Tak Perlu Lagi ke Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Pakai HP

"Mohon dipikirkan untuk gaji UMR (upah minimum regional) tapi dipotong sangat besar. Alangkah lebih baik bagi para gaji UMR ini untuk tidak dikenakan pajak. Para penerima UMR dan anak Rantau sangat terbebani dan berat terkait potongan pajak yang besar ini," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membeberkan cara penghitungan PPh pasal 21 pada bulan diterimanya tunjangan hari raya (THR) dengan skema TER.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu Dwi Astuti menyebutkan PPh 21 dihitung dengan menjumlahkan gaji dan THR yang diterima pada bulan bersangkutan yang kemudian dikali dengan tarif sesuai tabel TER.

“Jumlah PPh Pasal 21 yang dipotong pada bulan diterimanya THR memang akan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya karena jumlah penghasilan yang diterima lebih besar, sebab terdiri dari komponen gaji dan THR,” ujar Dwi ketika dihubungi Antara, Selasa malam, 26 Maret 2024.

Baca Juga: THR Wajib Diberikan Kepada Ojol, Gojek: Hubungan Kami Hanya Kemitraan

Perubahan skema penghitungan PPh 21 dengan TER itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023.

Jika dalam metode penghitungan sebelumnya pemberi kerja akan melakukan dua kali penghitungan dengan tarif Pasal 17 yaitu PPh 21 untuk gaji dan PPh 21 untuk THR, maka pada pengaturan baru ini pemberi kerja cukup menghitung penghasilan bruto sebulan dikali TER bulanan.

Komponen penghasilan bruto yang dimaksud mencakup gaji dan tunjangan teratur (termasuk uang lembur); bonus, THR, jasa produksi dan penghasilan lain yang sifatnya tidak teratur; imbalan dari kegiatan yang digelar oleh pemberi kerja; pembayaran iuran jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan yang dibayarkan pemberi kerja; serta pembayaran premi asuransi yang dibayarkan pemberi kerja.

Dwi lantas mencontohkan, seorang pegawai tetap belum menikah dan tidak ada tanggungan (TK/0) menerima penghasilan bruto dari pemberi kerja senilai Rp 6,5 juta pada masa pajak Februari. Maka penghitungan PPh 21 menggunakan tarif efektif bulanan kategori A sebesar satu persen.

Baca Juga: Hati-hati! Perusahaan Telat Bayar THR akan Didenda 5 Persen

Adapun untuk masa pajak Maret, pegawai tersebut menerima penghasilan bruto dari pemberi kerja sebesar Rp 13 juta karena dijumlah dengan THR. Maka, tarif efektif bulanan PPh 21 yang digunakan adalah kategori A sebesar lima persen.

Dwi lalu menggarisbawahi penerapan metode penghitungan PPh Pasal 21 menggunakan TER tidak menambah beban pajak yang ditanggung oleh wajib pajak. Tarif TER diterapkan untuk mempermudah penghitungan PPh Pasal 21 masa pajak Januari hingga November.

Sebab, kata Dwi, nantinya pada masa pajak Desember, pemberi kerja akan menghitung kembali jumlah pajak yang terutang dalam setahun menggunakan tarif umum PPh Pasal 17, dan dikurangi jumlah pajak yang sudah dibayarkan pada masa Januari sampai November. Dengan begitu, beban pajak yang ditanggung wajib pajak dipastikan akan tetap sama.

Sumber: Tempo.co/Riani Sanusi Putri | ANTARA

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi14 April 2024, 21:36 WIB

Aman Dilalui Meski Hujan? Tol Bocimi Sukabumi Menuju Bogor Dibuka Hingga Malam

Tol Bocimi Seksi 2 dari arah Sukabumi menuju Bogor-Jakarta dibuka hingga malam hari, meskipun sejak Minggu (14/4/2024) sore dilanda hujan dengan intensitas tinggi dan terus menerus.
Tol Bocimi arah Sukabumi menuju Bogor dibuka hingga malam meski hujan | Foto : Ibnu Sanubari
Life14 April 2024, 21:00 WIB

Mampu Menerima Kritik, 10 Ciri Orang yang Kuat Mental Meski Sering Disakiti

Menjadi orang yang kuat mental bukanlah hal yang mudah, namun dapat dilatih dan dipelajari.
Ilustrasi. Menjadi orang yang kuat mental bukanlah hal yang mudah, namun dapat dilatih dan dipelajari. (Sumber : pixabay.com/@Elias)
Seleb14 April 2024, 20:45 WIB

Pulang Shooting di Sukabumi Terjebak Macet, Luna Maya Puji Situ Gunung: Pinter Banget Pilih Lokasinya

Model dan artis papan atas Luna Maya tertangkap kamera warga berkunjung ke Situ Gunung, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, hari ini Minggu (14/4/2024).
Pulang Shooting dari Sukabumi Terjebak Macet, Luna Maya Puji Situ Gunung: Pinter Banget Pilih Lokasinya | Foto : Ist
Life14 April 2024, 20:00 WIB

Menatapmu, 10 Bahasa Tubuh Wanita Pertanda dia Jatuh Cinta Padamu

Bahasa tubuh wanita bisa menjadi salah satu cara untuk mengetahui apakah dia tertarik atau jatuh cinta kepadamu.
Bahasa tubuh wanita bisa menjadi salah satu cara untuk mengetahui apakah dia tertarik atau jatuh cinta kepadamu. (Sumber : Freepik/freepik)
Sukabumi14 April 2024, 19:53 WIB

Baru 4 Bulan, Dermaga Apung Muara Indah Cikaso Sukabumi Sudah Rusak-Terancam Terbawa Arus

Dermaga apung di Pantai Kesik Urug Muara Indah Cikaso, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan warga
Kondisi Dermaga Apung Muara Cikaso Desa Buniasih Kecamatan Tegalbuleud | Foto : Ragil Gilang
Gadget14 April 2024, 19:00 WIB

16 Rekomendasi HP Tecno Edisi April 2024 yang Harganya Mulai dari Rp1 Jutaan

HP Tecno memang mulai dikenal di tanah air dan mulai cukup bersaing dengan produsen HP lainnya.
Spesifikasi Tecno Phantom V Flip 5G -  HP Tecno memang mulai dikenal di tanah air dan mulai cukup bersaing dengan produsen HP lainnya. (Sumber : tecnomobile)
Gadget14 April 2024, 18:35 WIB

Terbuka untuk Umum, DPC PDIP Buka Pendaftaran Bacalon Walikota/Wakil Walikota Sukabumi

DPC PDIP Kota Sukabumi membuka pendaftaran untuk menjaring bakal calon walikota dan wakil walikota yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Pembukaan penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Sukabumi untuk Pilkada 2024 | Foto : Sukabumi Update
Life14 April 2024, 18:00 WIB

Baca Doa Ini untuk Memohon Diampuni Dosa atas Kesalahan yang Telah Diperbuat

Bacaan doa untuk memohon ampunan dosa atas keselahan-kesalahan yang telah diperbuat.
Ilustrasi. Bacaan doa untuk memohon ampunan dosa atas keselahan-kesalahan yang telah diperbuat. | Foto: Unplash/Rachid Oucharia
Musik14 April 2024, 17:00 WIB

Lirik Lagu Ingkar dari Tulus Viral di TikTok, “Aku Coba dengan yang Baru”

Kombinasi dari lirik yang relatable, penggunaan dalam konten yang sedang tren, dan melodi yang easy listening inilah yang membuat lagu "Ingkar" viral di TikTok.
Kombinasi dari lirik yang relatable, penggunaan dalam konten yang sedang tren, dan melodi yang easy listening inilah yang membuat lagu "Ingkar" viral di TikTok. (Sumber : Instagram/@tulusm).
Sukabumi14 April 2024, 16:31 WIB

Sigap, Puskesmas Ciracap Tangani Dua Laka Di Pantai Cibuaya Sukabumi

UPTD Puskesmas Ciracap Dinkes Kabupaten Sukabumi selama libur Lebaran 1445 H memberikan pelayanan kesehatan, baik melalui petugas yang piket di Puskesmas maupun pelayanan di lokasi wisata Pantai Cibuaya.
Tim medis Puskesmas Ciracap bersama tim pengamanan Pospam Pantai Cibuaya | Foto : Ragil Gilang