Tuntut Dana Kembali, Anggota KSPSB Sukabumi Ikut Demo ke Kemenko Polhukam RI

Jumat 02 September 2022, 11:36 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Perwakilan anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama atau KSPSB Sukabumi ikut dalam aksi damai ke kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam RI) di Jakarta, Kamis, 1 September 2022.

Aksi yang menuntut pengembalian dana itu diikuti perwakilan anggota dari berbagai cabang seperti Sukabumi, DIY, Klaten, Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Mereka meminta pengembalian dana produk Simpanan Berjangka Sejahtera Prima atau SB-SP yang tertahan.

Diketahui, KSPSB mulai gagal bayar sejak April 2020 terhadap produk SB-SP yang sudah jatuh tempo beserta imbal jasanya serta terhadap produk simpanan lainnya. Banyak anggota yang ditelantarkan. Secara nasional ada 180.000-an anggota. Di Sukabumi ada 2.000-an orang. 

Marketing sekaligus anggota KSPSB Cabang Sukabumi Handi Wijaya (45 tahun) mengatakan aksi damai kemarin diikuti 600-an anggota dari berbagai cabang di Indonesia. Perwakilan massa diterima Kemenko Polhukam RI, yang kata Handi, justru tidak tahu ada koperasi KSPSB.

"Diterima perwakilan 10 orang, dan ternyata pihak Kemmenko Polhukam RI tidak tahu ada koperasi begini," kata Handi kepada sukabumiupdate.com, Jumat (2/9/2022).

Handi mengatakan Kemenko Polhukam RI langsung membentuk tim (PIC) untuk membantu permasalahan yang dialami anggota KSPSB. Tim ini terdiri dari perwakilan anggota KSPSB dan Kemenko Polhukam RI. Tim ini akan membahas perkembangan masalah tersebut.

"Perwakilan dari kita ditunjuk siapa, dan dari mereka (Kemmenko Polhukam RI) pun dibentuk tim. Dari kementerian dibentuk tim, misalnya menghubungi siapa. Jadi dibentuk tim siapa yang bertanggung jawab dan memberitahu hasil rapatnya," kata Handi.

Handi menyebut anggota KSPSB harus menunggu dua pekan hingga satu bulan, selama Kemenko Polhukam RI menggodok masalah ini bersama beberapa pihak. Hasil penggodokan ini, sambung Handi, akan disampaikan kepada anggota KSPSB lewat PIC yang disepakati.

"Dalam dua minggu atau satu bulan mereka akan godok dengan Pak Mahfud MD (Menko Polhukam RI), plus pihak terkait seperti Bareskrim, Kemenkop, serta lainnya, dan akan diadakan pertemuan dengan pihak perwakilan kita," kata Handi.

Dugaan Gagal Bayar KSPSB

Pada awal Juli 2022, Handi menyebut pandemi Covid-19 menjadi alasan anggota KSPSB kesulitan mengambil dana sejak April 2020.

"Anggota ditelantarkan. Secara nasional anggota 180.000 orang. Di Sukabumi sendiri ada sekitar 2.000 orang. Starting dari April 2020 sudah ada kesulitan untuk ambil dananya dengan alasan waktu itu ada pandemi. Jadi ada kesulitan likuiditas karena banyak anggota yang menarik dananya," ucap dia pada 3 Juli 2022.

Saat itu KSPSB mengeluarkan Surat Edaran per tanggal 17 April 2020. Edaran ini menyatakan semua uang di KSPSB tidak boleh diambil atau dicairkan serta harus diperpanjang secara otomatis dengan alasan pandemi Covid-19. Hingga akhirnya, persoalan ini masuk ke pengadilan niaga pada Agustus 2020. 

Semua anggota KSPSB di Sukabumi mengikuti keputusan pengadilan yang menyebut uang akan dibayarkan selama 10 kali pembayaran. Ini dimulai pada Juli 2021 yang setiap enam bulan ada skema berbeda.

Baca Juga :

Simpanan Koperasi Tidak Cair, Anggota KSPSB di Sukabumi Akan Ngadu ke Jokowi

Baca Juga :

Gagal Bayar, KSPSB Sukabumi Blak-blakan Soal Simpanan Koperasi Tidak Cair

Baca Juga :

Skema pertama, pembayaran akan dilakukan sebesar 4 persen, skema kedua 7 persen, skema ketiga 10 persen, skema keempat 12 persen, dan skema kelima 17 persen. Hingga Juli 2022 atau skema ketiga, Handi menyebut masih banyak anggota yang belum menerima uangnya, baik sejak skema satu maupun kedua.

Kepala Cabang SPSB Sukabumi Budi Wibowo angkat suara ihwal kasus gagal bayar yang merugikan ribuan anggotanya hingga miliaran rupiah. Budi membeberkan sejumlah penyebab koperasinya sulit memenuhi hak anggota.

Ditemui di kantornya di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Senin, 4 Juli 2022, Budi mengatakan tingkat likuiditas KSPSB rendah untuk memenuhi hak seluruh anggota, terutama saat pandemi Covid-19. Apalagi, kata dia, kewajiban setiap cabang berbeda, tergantung simpanan di masing-masih daerah.

"Sukabumi secara umum tidak bisa memaksimalkan pembayaran kepada anggota karena penghasilan atau cash in dari kantor pusatnya terbatas," kata Budi.

Pandemi Covid-19 dan melonjaknya permintaan pencairan dana pada Maret 2020 disebut Budi sebagai salah satu penyebab munculnya kasus gagal bayar kepada anggota. Sebab, saat itu tidak ada batasan terkait dana yang dicairkan kepada anggota atau nasabah, namun digelontorkan sesuai permintaan.

"Sejak pandemi juga banyak pencairan penalti di luar jatuh tempo dan mempengaruhi keuangan KSPSB pada triwulan pertama 2020. Dana terkuras, sementara kita tidak membatasi penarikan," kata Budi. Situasi ini membuat kantor pusat KSPSB yang berlokasi di Bogor kesulitan membayar kewajibannya kepada nasabah.

Di Sukabumi, Budi menyebut ada 1.900-an nasabah yang menjadi anggota KSPSB. Namun, baru 200-an orang yang sudah menerima haknya, berdasarkan skema hasil keputusan pengadilan niaga pada Agustus 2020. Pembayaran skema pertama dimulai pada Juli 2021 dengan persentase 4 persen dari total simpanan.

"Yang sudah dibayar 200 anggota lebih, tapi tidak maksimal. Periode (skema) pertama itu simpanan di bawah Rp 75 juta yang diutamakan. Jadi Rp 3 juta untuk 25 orang. Setelah itu kosong, tidak ada pembayaran lagi," kata Budi.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkini
Sukabumi25 Juli 2024, 23:36 WIB

Jembatan 'Viral' di Sukabumi Ditutup, Pemdes Segera Bangun Jembatan Sementara

Jembatan viral di perbatasan Lengkong dan Jampangtengah Sukabumi ditutup, akan dibangun jembatan sementara.
Pemkab Sukabumi tutup jembatan viral yang menghubungkan dua desa di Lengkong dan Jampangtengah. (Sumber : SU/Ragil)
Nasional25 Juli 2024, 22:42 WIB

Kejagung Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Terdakwa Pembunuhan Wanita Sukabumi

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar mengatakan, pengajuan kasasi ini dilakukan karena putusan PN Surabaya dinilai tidak tepat.
Gregorius Ronald Tannur saat mengikuti sidang di PN Surabaya pada Selasa 2 April 2024. (Sumber : SuaraJatim/Yuliharto Simon)
Nasional25 Juli 2024, 22:23 WIB

3 Media Lokal Gresik Sabet Media Innovation Awards 2024

Penghargaan untuk tiga media lokal Gresik Jawa Timur ini diberikan dalam acara Jatim Media Summit 2024.
Tiga media lokal Gresik Jawa Timur menyabet penghargaan Media Innovation Awards 2024. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi25 Juli 2024, 21:52 WIB

Bupati Sukabumi Buka Suara Terkait Tuduhan Penyalahgunaan APBD 2023

Bupati Sukabumi Marwan Hamami buka suara terkait tuduhan penyalahgunaan anggaran Rp33 Miliar di APBD 2023.
Bupati Sukabumi Marwan Hamami. (Sumber : SU/Ilyas)
Sukabumi25 Juli 2024, 21:24 WIB

LPI Desak Inspektorat Sukabumi Proses Hukum Oknum Terlibat Penyalahgunaan Bankum Desa

Puluhan massa yang tergabung dalam Laskar Pasundan Indonesia (LPI) melakukan aksi demonstrasi untuk mendesak agar kasus penyaLaporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Kabupaten Sukabumi
Aksi unjuk rasa Laskar Pasundan Indonesia di inspektorat Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Jawa Barat25 Juli 2024, 21:22 WIB

Data Sementara BPBD: Gempa M 4,1 di Kuningan Rusak 3 Rumah dan 1 Masjid

BPBD Kabupaten Kuningan mencatat terdapat sejumlah bangunan rusak terdampak gempa darat M4,1 Kamis (25/7/2024)
Sejumlah rumah dan satu unit masjid alami kerusakan akibat gempa darat M4,1 di Kuningan. (Sumber Foto: BPBD Kuningan)
Life25 Juli 2024, 21:00 WIB

Tes Ilusi Optik: Kamu Harus Temukan Kacang Tertawa di Gambar Ini Dalam Waktu 7 Detik!

Permainan ilusi optik adalah sebuah permainan yang memanfaatkan manipulasi visual untuk menciptakan efek penipuan atau persepsi yang salah pada mata dan otak kita.
Permainan ilusi optik adalah sebuah permainan yang memanfaatkan manipulasi visual untuk menciptakan efek penipuan atau persepsi yang salah pada mata dan otak kita. (Sumber : Playbuzz/Jagran Josh).
Sukabumi25 Juli 2024, 20:26 WIB

Jika Anggaran Makan Gratis Rp7.500, Pemilik Warteg Sukabumi: Cuma Nasi, Tempe Orek atau Kentang

Tanggapi isu anggaran makan bergizi gratis dipangkas, Pemilik warteg di Sukabumi bingung tawarkan menu Rp 7.500 saat harga bahan pangan naik.
Dengan uang Rp 7.500 hanya dapat nasi dan satu lauk di warteg Sukabumi. (Sumber : SU/Ibnu)
Sehat25 Juli 2024, 20:00 WIB

Mengenal 4 Manfaat Kesehatan Pisang Merah yang Jarang Sekali Diketahui

Pisang merah dapat dikonsumsi langsung, diolah menjadi jus, smoothie, atau dijadikan bahan kue dan roti.
Ilustrasi - Pisang merah memiliki rasa yang lebih manis dan sedikit asam dibandingkan pisang kuning biasa. (Sumber : unsplash.com/@Ovidiu Creanga).
Science25 Juli 2024, 19:54 WIB

BMKG: Gempa Darat Guncang Kuningan dan Sekitarnya Akibat Sesar Ciremai

Gempa darat berkekuatan M4,1 di Kuningan ini menurut hasil analisa BMKG akibat aktivitas sesar Ciremai.
BMKG sebut gempa darat yang mengguncang Kuningan dan sekitarnya akibat sesar Ciremai. (Sumber : Istimewa)