Diekstradisi, Dokter Warga Filipina Biayai Teror di New York

[object Object]
Senin 09 Okt 2017, 02:49 WIB
Diekstradisi, Dokter Warga Filipina Biayai Teror di New York

SUKABUMIUPDATE.com  - Seorang dokter warga Filipina akan diekstradisi ke Amerika setelah dinyatakan terbukti membiayai rencana teror besar-besaran di kota New York yang kemudian digagalkan polisi.

Menteri Kehakiman Filipina, Vitaliano Aguirre, mengatakan bahwa Russell Salic dan dua orang lainnya telah didakwa terlibat dalam rencana untuk menggelar serangan atas nama kelompok ISIS selama Ramadhan 2016. Dia akan diekstradisi setelah terlibat dalam rencana serangan yang digagalkan yang menargetkan kereta bawah tanah New York dan Times Square.

Salic ditangkap di Filipina pada April 2017 dan sejak itu Washington meminta pria itu diekstradisi.

"Kita harus memulai proses ekstradisi yang diminta," kata Menteri Kehakiman Filipina, Vitaliano Aguirre, seperti yang dilansir The Star pada 9 Oktober 2017.

Kepala militer Filipina, Jenderal Eduardo Ano kemarin mengatakan, Salic berada dalam pengawasan Biro Investigasi Nasional negara tersebut.

Salic, seorang dokter Filipina berusia 37 tahun, memindahkan US$ 423 atau Rp 5,7 juta pada Mei 2016 kepada para tersangka lainnya untuk membantu mendanai operasi tersebut.

Beberapa lokasi termasuk kereta bawah tanah New York, Times Square dan beberapa tempat konser diidentifikasi sebagai target dalam plot yang digagalkan oleh agen FBI yang menyamar.

Selain pengiriman uang,  Salic juga dikatakan intens menjalin komunikasi dengan 2 rekan lainnyya, Abdulrahman El Bahnasawy, seorang Kanada berusia 19 tahun yang membeli bahan pembuat bom, dan Talha Haroon, seorang warga Amerika berusia 19 tahun yang tinggal di Pakistan .

Pesan yang dikirim oleh ahli bedah ortopedi di sebuah rumah sakit di kota Cagayan de Oro, Filipina selatan ini ditujukan ke orang lain yang terlibat dalam rencana jahat itu, menggambarkan undang-undang teror di Filipina sebagai "tidak ketat" dibandingkan dengan negara-negara seperti Australia dan Inggris.

Kepala militer Filipina mengatakan, Salic telah mengirim dana ke negara lain untuk jaringan teroris ISIS.

"Dia memberikan dukungan finansial kepada beberapa ekstrimis atau teroris yang mencurigakan di Timur Tengah, AS, Malaysia," kata Ano.

Salic juga sedang diselidiki di Filipina karena tuduhan penculikan dan pembunuhan.

Sumber: Tempo

Berita Terkini