SUKABUMIUPDATE.com - Duta besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Ingemar Traavik, dilucuti seluruh gelar dan kekebalan diplomatiknya, serta dipanggil pulang ke Oslo setelah terbukti mencuri uang bantuan luar negeri untuk diberikan kepada salah satu wanita simpanannya di Jakarta.
"Dia masih bertugas sebagai diplomat dengan posisi tinggi," tulis koran VG. "Dia dapat dihadapkan pada tuduhan kriminal jika Kementerian Luar Negeri melaporkannya ke polisi."
Peristiwa perselingkuhan Duta besar Traavik mendapat reaksi tajam dari para ahli hukum di Norwegia setelah mereka membaca berita dari koran VG.
Kegiatan Duta besar Traavik ini juga dipertanyakan terkait dengan manajemen penyaluran dana bantuan luar negeri Norwegia senilai miliar rupiah untuk mengatasi kemiskinan dan memacu pembangunan ekonomi.
"Ini adalah sebuah bendera merah yang menjadi alasan untuk menanyakan masalah kepentingan pribadi," kata Tina Soreide, seorang guru besar di Norwegia yang mempertanyakan soal korupsi tersebut kepada VG.
"Harus ada investigasi mengenai kejahatan ini," ujar Mats Stenmark, seorang ahli hukum di Univesitas Oslo.
Peristiwa itu bermula pada April 2012, ketika diplomat berusia 46 tahun itu ditunjuk menjadi duta besar di Indonesia.
Penunjukan itu berlangsung setelah Norwegia yang dipimpin oleh Partai Buruh tertarik mendanai pelestarian hutan hujan besar yang berada di negara mayortias berpenduduk muslim di Asia Tenggara yang telah lama memiliki hubungan diplomatik dengan Norwegia.
Adapaun Traavik adalah mantan atlet yudo Norwegia yang ikut kompetisi dalam Olimpiade Musim Panas pada 1992 ditunjuk menjadi diplomat, selanjutnya pindah ke Jakarta bersama istrinya beberapa bulan kemudian.
Menurut laporan VG, Traavik mulai melakukan hubungan gelap itu pada 2013 dengan seorang perempuan Indonesia yang diberi uang sekitar US$ 179 ribu setara dengan Rp 2,4 miliar.
"Dana sebesar itu sedianya untuk bantuan berbagai kegiatan kebudayaan melalui kedutaan besar Norwegia di Jakarta," tulis VG.
Ketika VG meminta konfirmasi soal perselingkuhannya dengan perempuan Indonesia, Traavik menolak memberikan keterangan.
"Saya telah membuat kesalahan. Saya minta maaf atas semuanya dan bertanggung jawab atas perbuatan itu," ucapnya kepada VG.
Sumber: Tempo