6 Bulan Menunggu, Jenazah Korban TPPO Kamboja Dipulangkan Setelah Keluarga di Ciracap Sukabumi Kirim Uang Rp40 Juta

Sukabumiupdate.com
Sabtu 17 Jan 2026, 16:14 WIB
6 Bulan Menunggu, Jenazah Korban TPPO Kamboja Dipulangkan Setelah Keluarga di Ciracap Sukabumi Kirim Uang Rp40 Juta

Deni Sugiarto (36 tahun), pekerja migran asal Kampung Cidangdeur, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi Meninggal di Kamboja. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah lebih dari enam bulan terkatung-katung, jenazah Deni Sugiarto (36 tahun), pekerja migran asal Kampung Cidangdeur, RT 33/08, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, akan ke Indonesia. Deni adalah korban TPPO di Kamboja yang meninggal dunia pada 17 Juli 2025.

Kabar ini disampaikan Kepala Desa Purwasedar, Defi Susandi. Kades menjelaskan jika tak ada perubahan rencana, jenazah Deni dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno–Hatta Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang, kami mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa jenazah almarhum Deni Sugiarto akan tiba besok siang di Bandara Soekarno–Hatta,” ujar Defi Susandi saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga: Perguruan Nusa Putra Sukabumi Gandeng BJB Syariah, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Layanan Keuangan

Deni Sugiarto diketahui telah lebih dari satu tahun bekerja di luar negeri. Ia dikabarkan meninggal dunia di Kamboja dan diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kabar duka tersebut diterima pihak keluarga pada Kamis malam (17/7/2025) sekitar pukul 20.00 WIB dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Dalam keterangan KBRI, Deni ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di toilet kantor KBRI pada pukul 19.30 waktu setempat.

Defi menjelaskan, proses pemulangan jenazah sempat terkendala biaya. Pihak KBRI menyebutkan bahwa biaya pemulangan dari Kamboja ke Indonesia mencapai sekitar Rp120 juta, sementara pihak keluarga hanya mampu menyediakan Rp40 juta.

“Setelah melalui pendampingan dan komunikasi dengan berbagai pihak, keluarga akhirnya mengirimkan dana sebesar Rp40 juta. Sementara kekurangan biaya sekitar Rp80 juta diupayakan dan difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri,” jelasnya.

Baca Juga: Zahra Warga Kebonpedes Panik! Baby Kobra Tiba-Tiba Muncul Di bawah Kursi Lipat

Lebih lanjut, Defi menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Purwasedar akan mendampingi keluarga dalam proses penjemputan jenazah di bandara.

“Kami dari Pemdes akan mendampingi pihak keluarga untuk menjemput jenazah. Rombongan akan berangkat besok pagi sekitar pukul 04.00 WIB, dan jenazah akan dibawa menggunakan mobil ambulans PKB,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pemulangan ini tidak lepas dari dukungan dan inisiatif berbagai pihak.

Baca Juga: TKW Asal Jampang Sukabumi Meninggal di Malaysia Usai Bekerja 10 Tahun

“Atas nama Pemerintah Desa Purwasedar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Luar Negeri, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Dadang Hermawan, anggota DPR RI Fraksi PKB Zainul Munasichin, Pemerintah Kecamatan Ciracap, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, SBMI yang telah membantu dan mendampingi proses ini hingga jenazah almarhum bisa dipulangkan ke tanah air, serta masyarakat Ciracap yang telah mendoakan, ” pungkas Defi Susandi.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini