Soekaboemi Tempo Doeloe 2026: Hadirkan Teatrikal Perjuangan hingga Wisata Sejarah

Sukabumiupdate.com
Selasa 30 Jun 2026, 12:23 WIB
Soekaboemi Tempo Doeloe 2026: Hadirkan Teatrikal Perjuangan hingga Wisata Sejarah

Poster digital event Soekaboemi Tempo Doeloe 2026. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Event sejarah dan budaya Soekaboemi Tempo Doeloe (STD) 2026 kembali digelar selama tiga hari tiga malam mulai 3 hingga 5 Juli 2026 di kawasan Wisma Wisnu Wardhani (Secret Village), Kota Sukabumi.

Mengusung tema "Jejak Masa Pusaka Sukabumi", kegiatan ini menghadirkan perpaduan wisata sejarah, pertunjukan budaya, kuliner tradisional, komunitas kreatif, hingga reenactment perjuangan yang mengajak masyarakat merasakan langsung suasana Sukabumi tempo dulu.

Ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah, mengatakan STD 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah panjang Sukabumi kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih interaktif dan edukatif.

"Pengunjung tidak hanya melihat sejarah dari buku, tetapi dapat merasakan atmosfer zaman dahulu melalui kostum tempo doeloe, dekorasi kota lama, bangunan heritage, alat pertanian tempo doeloe, kendaraan tempo doeloe dan perlengkapan tempo dulu, suasana pasar dan kehidupan masyarakat masa lampau," ujar Irman dalam rilis yang diterima sukabumiupdate.com, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ke-7 ini menjadi bagian dari upaya menjadikan sejarah sebagai daya tarik wisata edukatif sekaligus memperkuat identitas budaya Sukabumi.

Baca Juga: Menyusuri Secret Village Wisma Wisnu Wardhani, Museum Mini Soekaboemi Tempo Doeloe

Berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB setiap hari, pengunjung akan diajak menelusuri berbagai narasi perjalanan Sukabumi dari masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga perkembangan kota modern melalui pameran arsip, foto-foto lawas, peta kuno, dan kisah tokoh-tokoh bersejarah.

"Sejarah seolah dibuat hidup, bukan sekadar dipajang. Akan ada berbagai narasi tentang perjalanan Kota Sukabumi, tokoh perjuangan, bangunan bersejarah, peta lama Sukabumi, foto-foto arsip, kehidupan masyarakat tempo dulu. Pengunjung dapat memahami bahwa Sukabumi memiliki banyak cerita besar yang membentuk identitas kota hari ini," ungkap Irman.

Salah satu agenda yang menjadi daya tarik utama adalah kehadiran Komunitas Reenactor Indonesia dari berbagai daerah melalui program Reenactor Camp. Mereka akan menampilkan suasana perjuangan kemerdekaan melalui kostum, perlengkapan, hingga teatrikal pertempuran yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu.

"Pengunjung seolah menyaksikan kembali potongan masa lalu pertempuran Bojongkokosan yang dahsyat. Teatrikal akan dilakukan pada hari Sabtu saat pembukaan di Lokasi event dan hari minggu pagi di Lokasi car Free Day Kota Sukabumi," kata Irman.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti Historical Tour menggunakan bus menuju sejumlah destinasi wisata sejarah di Sukabumi. Berbagai spot foto bertema tempo dulu pun disiapkan, mulai dari rumah-rumah tua, kendaraan antik, instalasi sejarah hingga area pasar jadul yang cocok untuk dokumentasi bernuansa vintage.

Baca Juga: Soekaboemi Tempo Doeloe 2025: Kisah Tersembunyi, dari Lapang Terbang Kolonial hingga Jejak Pahlawan

Tiga Hari Penuh Sejarah dan Budaya

Pada hari pertama, Jumat (3/7/2026), kegiatan diawali dengan soft launching yang menghadirkan parade tari Jaipong, pertunjukan musik nostalgia Golden Memories, Rampak Gendang, Reog Bobodoran, hingga penampilan Keroncong Tempo Doeloe bersama Grup OK Perintis. Malam harinya ditutup dengan pemutaran film melalui Layar Tantjap Siniar Keliling.

Hari kedua, Sabtu (4/7/2026), menjadi puncak acara melalui Grand Launching yang dimeriahkan marching band, upacara adat, serta teatrikal perjuangan oleh Komunitas Reenactor Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga akan diberikan Kipahare Award kepada sejumlah tokoh dan pegiat budaya yang dinilai berjasa dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan.

Berbagai pertunjukan seni tradisional seperti Jaipong, Kawih Sunda, Angklung, Debus, Tarawangsa, Hadroh, Barongsai hingga Betok Pusaka turut memeriahkan rangkaian acara.

Sementara pada hari ketiga, Minggu (5/7/2026), kegiatan teatrikal perjuangan akan digelar di kawasan Car Free Day Kota Sukabumi untuk memperkenalkan STD kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, pengunjung dapat menikmati pertunjukan pencak silat, fashion show busana tradisional, diskusi budaya, permainan tradisional, hingga berbagai aktivitas komunitas kreatif seperti onthel, vespa klasik, dan reenactor.

Acara penutupan akan dimeriahkan pertunjukan seni Sanekala, Cambuk Api, Lisung Ngamuk, musik Blues Tempo Doeloe, serta pemutaran film sejarah melalui layar tancap.

Kolaborasi Pelestarian Budaya

Kesuksesan penyelenggaraan Soekaboemi Tempo Doeloe 2026 didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP, Pemerintah Kota Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, komunitas sejarah dan budaya, pelaku UMKM, sekolah, perguruan tinggi, museum, hingga para seniman dan budayawan.

Irman menegaskan, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian sejarah dan budaya merupakan tanggung jawab bersama.

"Memasuki penyelenggaraan ke-7, STD menjadi bukti konsistensi yayasan dalam membangun ruang edukasi budaya yang terbuka untuk masyarakat. Para pengunjung bisa datang menimati dan pulang membawa cerita. Seokaboemi Tempo Doeloe menghidupkan masa lalu, dan meginspirasi masa depan," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini