Ombak Cimaja Taklukkan Dunia, Peselancar Lokal hingga Mancanegara Adu Skill di Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 15 Agu 2026, 14:14 WIB
Ombak Cimaja Taklukkan Dunia, Peselancar Lokal hingga Mancanegara Adu Skill di Sukabumi

Surfing Competition Open Professional 2026 digelar selama tiga hari, 15-17 Agustus 2026, di kawasan Pantai Cimaja. (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Ombak Pantai Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi panggung adu kelihaian para peselancar. Bukan hanya surfer lokal dan nasional, peselancar dari berbagai negara ikut menaklukkan gulungan ombak yang dikenal memiliki karakter konsisten dan berkualitas internasional.

Kejuaraan bertajuk Surfing Competition Open Professional 2026 digelar selama tiga hari, 15-17 Agustus 2026, di kawasan Pantai Cimaja. Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa potensi wisata bahari Sukabumi tak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu menjadi arena kompetisi kelas dunia.

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mengatakan Cimaja memiliki keunggulan yang belum tentu dimiliki daerah lain, terutama karakter ombaknya yang menjadi magnet bagi komunitas peselancar.

Baca Juga: Ratusan Santri di Cikundul Sukabumi Keracunan, Sampel Menu MBG Diperiksa

"Memang Cimaja ini adalah salah satu destinasi wisata yang belum tentu dimiliki daerah lain, salah satunya adalah ombak," kata Andreas, usai menghadiri pembukaan kejuaraan Surfing Competition Open Professional 2026, pada Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, kompetisi surfing yang rutin digelar setiap tahun menjadi momentum untuk semakin mengenalkan Cimaja dan Kabupaten Sukabumi ke dunia internasional. Andreas menyebut kehadiran peselancar dari mancanegara memperkuat posisi Cimaja sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki kelas dunia.

"Ini bisa menjadi penentuan bahwa Kabupaten Sukabumi itu memiliki destinasi wisata kelas dunia. Ini harus kita suarakan," ujarnya.

Baca Juga: Local Media Community: Dukungan Google untuk Penguatan Ekosistem Media Lokal

Namun, di balik potensi besar tersebut, Andreas menilai masih ada pekerjaan rumah dalam penataan kawasan. Salah satunya berkaitan dengan status sebagian lahan di sekitar lokasi yang merupakan milik pribadi sehingga pemerintah daerah tidak bisa leluasa membangun fasilitas.

Pemkab Sukabumi, kata dia, akan mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk sponsor, untuk membantu menata kawasan sekitar Cimaja agar semakin nyaman bagi wisatawan dan peselancar.

"Yang pastinya, ini adalah tempat yang bagus dan mudah-mudahan bisa kita dorong menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi," katanya.

Baca Juga: Ratusan Santri Baiti Jannati di Cikundul Sukabumi Keracunan Usai Santap MBG

Cimaja bahkan dinilai layak menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan pariwisata Sukabumi. Sebab, namanya sudah dikenal bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di kalangan peselancar dunia.

Dengan garis pantai Kabupaten Sukabumi yang mencapai sekitar 117 kilometer, Andreas melihat peluang pengembangan wisata surfing masih sangat terbuka. Wisatawan yang datang ke Cimaja juga diharapkan tidak hanya menikmati satu lokasi, tetapi turut menjelajahi berbagai destinasi lain di sepanjang pesisir Sukabumi.

"Di Sukabumi semuanya ada. Tinggal dinikmati mau di mana saja. Yang penting pengunjungnya senang dan kita layani dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Ucapan Selamat 17 Agustus yang Penuh Semangat Peringati Hari Kemerdekaan RI

Bahkan, Andreas optimistis geliat wisata surfing dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. "Uangnya ngalir, sudah pasti. Masyarakat kantongnya penuh," katanya.

Surfing Cimaja Mendunia

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pendiri Cimaja Boardriders, Iman Noel Hakim, mengatakan kompetisi tersebut telah menjadi agenda rutin yang digelar setiap Agustus. Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan komunitas, momentum Agustus dinilai tepat karena kondisi ombak Cimaja sangat mendukung.

"Di bulan Agustus ini memang ombak lagi bagus dan para peselancar wisatawan setiap tahun puncaknya di bulan Agustus. Jadi momennya paling pas bagi kami untuk menyelenggarakan event ini," kata Iman.

Baca Juga: Curug Supit Takokak: Air Terjun di Cianjur yang lebih dekat ke Pusat Kota Sukabumi

Ia menyebut peserta internasional yang hadir berasal dari sejumlah negara, di antaranya Spanyol, Jerman, Meksiko, Austria, Australia, Inggris, Jepang, Taiwan, serta Uruguay. Kompetisi ini juga diikuti para peselancar dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI).

Iman menjelaskan, Cimaja dipilih bukan semata karena memiliki komunitas surfing yang aktif. Lebih dari itu, karakter ombaknya dinilai memenuhi standar untuk kompetisi berskala internasional.

"Cimaja ini sifatnya ombaknya berkualitas internasional. Layak untuk dibikinkan tempat kompetisi," ujarnya.

Baca Juga: Wisata Desa Citundun: Menjelajahi Surga Tersembunyi di Ujung Kuningan

Menurut Iman, salah satu keunggulan Cimaja adalah konsistensi ombak. Gelombangnya dinilai relatif teratur dan tetap dapat digunakan untuk berselancar meskipun memasuki musim hujan.

"Posisi pantai ini kurang lebih 700 meter kalau di Cimaja ini. Berbatasan dengan Sungai Cimaja dan Sungai Cihour itu perbatasan Pantai Cimajanya," tuturnya.

Kompetisi berlangsung selama tiga hari, diawali dengan pembukaan pada 15 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada Senin, 17 Agustus 2026. "Hadiah yang kita akan berikan itu berupa trofi dan prize money," tambahnya.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini