SUKABUMIUPDATE.com - Sanghyang Tikoro adalah salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi di Jawa Barat. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, tempat ini juga menyimpan sejarah panjang tentang asal muasal daratan Bandung.
Sanghyang Tikoro berada di kawasan Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dekat Waduk Saguling dan kompleks PLTA Saguling.
Nama Sanghyang Tikoro sendiri berasal dari bahasa Sunda yaitu “Sanghyang” yang berarti sesuatu yang dianggap suci atau sakral dan “Tikoro” yang berarti tenggorokan.
Sehingga Sanghyang Tikoro sering diterjemahkan sebagai "Tenggorokan Suci" atau "Tenggorokan Bumi".
Nama ini muncul karena bentuknya berupa celah dan gua tempat aliran Sungai Citarum masuk ke dalam batuan kapur seperti air yang masuk ke kerongkongan.
Baca Juga: 7 Tempat Camping di Sekitar Puncak 2 Bogor Buat Akhir Pekan
Mengapa Sangat Penting dalam Sejarah Bandung?
Area Sekitar Sanghyang Kenit Cipatat Bandung. Foto: IG/@civanillatae/@sang_hyang_kenit
Sanghyang Tikoro terkenal karena hubungannya dengan teori Danau Bandung Purba. Seperti yang tertulis dalam banyak literatur, dahulu wilayah Bandung Raya diyakini pernah menjadi danau raksasa yang terbentuk akibat letusan Gunung Sunda Purba.
Ketika air danau mulai mencari jalan keluar, Sungai Citarum mengikis batuan kapur Rajamandala dan membentuk sistem gua bawah tanah yang kini dikenal sebagai Sanghyang Tikoro.
Selama puluhan tahun, banyak orang percaya bahwa Sanghyang Tikoro adalah titik tempat "bobolnya" Danau Bandung Purba.
Namun penelitian geologi modern menunjukkan bahwa proses surutnya danau purba kemungkinan lebih kompleks dan tidak hanya terjadi melalui Sanghyang Tikoro saja.
Baca Juga: Di Tempat Camping Ini Bisa Berenang di Air Sebening Kaca, Ayo Ajak Keluarga Liburan
Fenomena Geologi yang Menakjubkan
Yang membuat tempat ini istimewa yaitu sungai Citarum masuk ke celah batu kapur hingga sebagian aliran menghilang ke sistem sungai bawah tanah.
Kawasan ini juga merupakan bagian dari bentang alam karst Rajamandala yang batuan kapurnya diyakini berasal dari endapan laut purba berusia jutaan tahun.
Bagi ahli geologi, Sanghyang Tikoro adalah laboratorium alam yang memperlihatkan bagaimana air mampu melubangi batu kapur selama jutaan tahun.







