Gadis Cantik dari Gegerbitung Sukabumi Disebut Hidup Sebatang Kara, Ini Kondisi Sebenarnya

Sukabumiupdate.com
Selasa 21 Apr 2026, 12:35 WIB
Gadis Cantik dari Gegerbitung Sukabumi Disebut Hidup Sebatang Kara, Ini Kondisi Sebenarnya

(Kiri) Sri Apriliani di Video Viral - (Kanan) Tampak depan rumah dari gadis cantik asal Gegerbitung, Sukabumi. (Sumber : Screenshot YouTube/@hadewe channel - Foto Rumah Turangga Anom).

SUKABUMIUPDATE.com - Kisah Sri Apriliani (22), gadis cantik asal Kampung Pasirmuncang, RT 05/02, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Ceritanya menjadi perbincangan hangat warganet karena dinilai menyentuh sisi kemanusiaan.

Dalam video yang diunggah oleh seorang konten kreator beberapa waktu lalu, Sri dikisahkan hidup sebatang kara di rumah yang disebut-sebut dalam kondisi memprihatinkan. Selain itu, ia juga harus berhenti sekolah sejak tingkat SMP karena kondisi kesehatannya.

Anwar Sadad (41), sepupu dari Sri mengatakan bahwa dirinya memang sudah hidup sendiri setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya. 

Baca Juga: Pengakuan Pengusaha: Kenaikan Harga Plastik Bisa Picu PHK, Industri Mulai Kelabakan

“Kurang lebih sudah lima sampai enam tahun dia hidup sendiri,” ujar Anwar, kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (21/04/2026).

Menurutnya, Sri telah kehilangan ibunya sejak tahun 2019. Sementara itu, ayahnya meninggal dunia pada tahun 2023. Sejak saat itu, Sri menjalani kehidupan secara mandiri.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa Sri tidak sepenuhnya tanpa keluarga. Beberapa kerabat masih tinggal di sekitar lokasi dan sesekali memberikan bantuan maupun menemani Sri.

Terkait pendidikan, Sri disebut tidak melanjutkan sekolah sejak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Baca Juga: Pelayanan Adminduk di Palabuhanratu Diminati Warga, Petugas Siaga Melayani

Ia berhenti saat masih duduk di kelas 1 SMP. Menurut Anwar, kondisi kesehatan yang memengaruhi tangan dan kaki Sri membuatnya merasa kurang percaya diri untuk melanjutkan pendidikan.

“Sudah sempat dibujuk, tapi dia tidak mau,” singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, sementara itu Pemerintah Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan kondisi seorang warga di Desa Buniwangi. 

Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Gegerbitung, Samsul Arifin, membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut merupakan warganya, namun menilai sejumlah informasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat.

Baca Juga: Pelaku UMKM Sukabumi Didorong Naik Kelas, DKUKM Buka Akses Permodalan Lewat Program KUR

“Memang benar itu warga kami di Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung. perlu saya sampaikan bahwa kondisi kesehatan ataupun sosial ekonomi yang bersangkutan tidak sedramatis yang disampaikan.” ujar Samsul Arifin.

Ia menjelaskan, pihak Forkopimcam yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Danposramil, serta Kepala Puskesmas telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. 

Terkait isu rumah tidak layak huni (rutilahu), Samsul menyebut bahwa bangunan tersebut pada dasarnya masih layak ditempati. Rumah tersebut merupakan bangunan permanen berbahan dasar batu bata dengan beberapa ruangan yang masih bisa digunakan.

“Memang ada bagian yang perlu diperbaiki, tetapi secara umum rumah itu masih layak dihuni. Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa rumah lain di sekitarnya, ada yang kondisinya lebih memprihatinkan,” jelasnya.

Baca Juga: Cerita dari Surade: Ketua RT Perjuangkan Rutilahu untuk Warganya, Rumahnya Justru Nyaris Ambruk

Ia menambahkan, bagian bangunan yang terlihat rusak dalam video merupakan area luar rumah yang biasa digunakan untuk menyimpan barang atau peralatan (perkakas), yang oleh warga setempat disebut sebagai “pipir”.

Sementara itu, terkait isu putus sekolah, Samsul menegaskan bahwa hal tersebut bukan semata-mata karena keterbatasan fasilitas pendidikan. Menurutnya, akses pendidikan di wilayah tersebut cukup memadai, bahkan sebagian besar sekolah negeri dapat diakses secara gratis.

“Keputusan untuk tidak melanjutkan sekolah lebih kepada kondisi pribadi dan keluarga yang bersangkutan, bukan karena tidak adanya fasilitas,” katanya.

Mengenai kondisi kesehatan, Samsul mengakui bahwa warga tersebut memiliki keterbatasan pada tangan kanan. Namun demikian, ia masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Selain itu, pihak kecamatan juga meluruskan informasi bahwa yang bersangkutan hidup sebatang kara. Menurut Samsul, meski telah menjadi yatim piatu, Sri masih memiliki keluarga besar yang tinggal di sekitar lokasi, seperti kakak, paman, hingga kakek dan nenek.

Menanggapi viralnya video tersebut, Samsul mengimbau para pembuat konten agar melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi ke publik.

“Kami berharap para konten kreator melakukan cross check dan klarifikasi dengan aparat setempat agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimcam telah memberikan bantuan kepada Sri. Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan renovasi rumah agar menjadi lebih layak huni dalam waktu dekat.

“Dan insyaallah sebentar lagi tidak apa tidak akan lama lagi kita juga sepakat akan merenovasi rumah tersebut supaya lebih layak lagi untuk di tempat tinggal ini seperti itu,” pungkas Samsul.

Dari hasil pantauan di lapangan, area yang viral dalam video tersebut memang tampak rusak atau dalam kondisi “reot” (dalam istilah Sunda), serta terlihat adanya karung-karung pupuk. Lokasi tersebut dikenal warga sebagai bagian “pipir”, yakni tempat penyimpanan barang di luar bangunan utama.

Sementara itu, kondisi rumah utama disebut masih layak huni. Bangunan rumah terbuat dari batu bata dengan struktur permanen. Bagian depan dan ruang tamu telah dilapisi keramik, dilengkapi dengan dua kamar tidur serta perabot seperti sofa. Secara keseluruhan, rumah tersebut berdinding tembok.

Selain itu, informasi bahwa Sri hidup sebatang kara juga tidak sepenuhnya benar. Ia diketahui masih memiliki keluarga yang tinggal di sekitar lokasi, seperti kakak, kakek, nenek, serta kerabat lainnya. Keluarga tersebut juga kerap memberikan bantuan dalam kehidupannya sehari-hari.

Kini pasca viralnya kisah Sri di media sosial, pihak keluarga berharap kondisi kesehatannya dapat membaik. Saat ini, Sri diketahui sedang menjalani pengobatan di Jakarta bersama konten kreator yang sebelumnya memviralkan kisahnya. Ia telah menjalani perawatan selama sekitar lima hari.

 

Berita Terkait
Berita Terkini