Dadang Hermawan Dorong Sumur Bor Jadi Senjata Hadapi Kekeringan di Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Jumat 04 Sep 2026, 13:27 WIB
Dadang Hermawan Dorong Sumur Bor Jadi Senjata Hadapi Kekeringan di Sukabumi

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB Dadang Hermawan. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Perubahan badan hukum Perumdam Tirta Jaya Mandiri (TJM) menjadi PT Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perseroda) tidak hanya menyangkut aspek bisnis dan penyertaan modal. Fungsi sosial perusahaan air milik daerah ini tetap menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sukabumi, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi kekeringan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Dadang Hermawan mengatakan fungsi sosial Perumdam TJM tetap berjalan. Salah satunya melalui penyediaan beberapa mobil khusus untuk menyuplai kebutuhan air masyarakat. Namun, sambungnya, kemampuan tersebut belum cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi yang mengalami krisis air.

“Di rapat terakhir, aspek sosial tetap berjalan. Ada sejumlah unit mobil khusus untuk menyuplai kebutuhan penduduk,” kata Dadang kepada sukabumiupdate.com, Kamis (3/9/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mencontohkan kondisi di daerah pemilihan VI. Beberapa kecamatan dan desa terdampak kekeringan, tetapi tidak mudah mendapat suplai dari Perumdam TJM. Persoalannya bukan semata pada kemauan pelayanan, melainkan keterbatasan unit distribusi dan sumber air yang membuat jangkauan menjadi cukup terbatas.

Baca Juga: DPRD Dorong Penderes Gula Sukabumi Naik Kelas, dari Penghasil Bahan Mentah hingga Garap Pasar Ekspor

Kondisi itu, kata Dadang, membuat penanganan kekeringan tidak tepat apabila hanya mengandalkan penyaluran air. Terlebih, belum ada permintaan langsung dari warga di sejumlah wilayah tersebut kepada Perumdam TJM. Kendala sumber air dan jarak menjadi masalah yang harus diperhitungkan agar bantuan tidak justru terbebani biaya operasional yang besar.

"Saya mendorong Disperkim mengambil peran lebih besar melalui pembangunan sumur bor atau artesis lengkap dengan pompa di wilayah rawan kekeringan," ujarnya.

Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut akan menjadi solusi jangka panjang karena ketika kekeringan kembali terjadi, pemerintah sudah memiliki titik sumber air yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. “Alternatifnya mendorong pembangunan sumur bor dan pompa, sehingga saat ada yang membutuhkan, fasilitasnya tersedia,” kata Dadang. (ADV)

Berita Terkait
Berita Terkini