SUKABUMIUPDATE.COM - Pemkab Sukabumi mengklaim bahwa setiap tahunnya mampu menekan angka potensi kelahiran sehingga jumlah pertumbuhan penduduk setiap tahunnya bisa ditekan.
Beberapa tahun Kabupaten Sukabumi mampu menekan potensi kelahiran, ini dibuktikan dengan angka yakni, awalnya potensi kelahiran mencapai 123 ribu angka kelahiran per tahun, namun saat ini menjadi 47 ribu per tahun," ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Kabupaten Sukabumi Ade Mulyadi kepada sukabumiupdate.com, Kamis (13/10).
Keberhasilannya menekan angka potensi kelahiran tersebut, berkat keberhasilan pihaknya dalam mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi keluarga berencana (KB). Sehingga, dengan semakin banyak orang yang ber-KB, tidak hanya wanita saja tetapi juga pria, progam penekanan potensi kelahiran berjalan sukses.
Penekanan laju kelahiran ini juga berdampak pada penghematan anggaran. Karena untuk satu kelahiran minimal memerlukan biaya sebesar Rp 6 juta. Dengan asumsi biaya penyediaan pelayanan dasar kesehatan Rp2.500.000 dan pelayanan pendidikan dasar Rp3.500.000 untuk setiap anak yang lahir.
Hitungan tersebut didasarkan pada penelitian yang dilakukan pada 2005 lalu. Namun, jika sekarang nilainya bisa meningkat menjadi Rp10 juta hingga Rp 15juta per satu kelahiran.
"Jika hanya mengacu pada hitungan Rp6 juta per satu kelahiran saja, penghematan anggaran bisa mencapai Rp400 miliar per tahun, apalagi jika menggunakan perhitungan Rp10 juta hingga Rp15 juta, tinggal hitung saja berapa anggaran yang bisa dihemat," terang Ade.
Penekanan potensi kelahiran ini, karena adanya program KB yang dijalankan bersama dengan instansi terkait lainnya. Dalam setahun ini misalnya digelar bakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) KB-Kes, bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) KB-Kes, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal KB-Kes (TMKK), dan terakhir Kesatuan Gerak PKK KB-Kes.
