Rusak Irigasi Sawah, Warga Sukamaju Kepung PT Bias

Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Rusak Irigasi Sawah, Warga Sukamaju Kepung PT Bias

SUKABUMIUPDATE.COM - Ratusan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis siang (22/9) mengamuk dan mendatangi kantor PT. Bias Pertasia Persada, operator Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH) di Kampung Cicatih, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar. Warga marah karena proses pembangunan, merusak jalan air dari sungai menuju sawah, sehingga petani setempat tak bisa bercocok tanam.

Kedatangan warga yang marah ini sempat membuat suasana mencekam, massa menuntut pertanggungjawaban PT Bias dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Sukabumi, terkait kerugian pertanian. Warga meminta solusi atas ratusan hektare pesawahan di Desa Sukamaju yang tidak dapat pasokan air secara optimal.

"Sudah tiga musim para petani di Desa Sukamaju tidak bisa bercocok tanam karena tidak ada air. Sebab itu, kami datang ke sini meminta pertanggungjawaban kepada pihak PT Bias yang telah membuat petani kehilangan mata pencaharian,” ungkap salah seorang warga Kampung Cihonje RT 04/RW 05, Nur (60) kepada sukabumiupdate.com, Kamis.

Menurut Nur, cuaca saat ini sebenarnya baik untuk memulai bercocok tanam, karena seharusnya air irigasi dari Sungai Cicatih bisa mengairi areaal persawahan warga. "Namun, pada faktanya, seluruh ladang warga di Desa Sukamaju tidak dapat teraliri air," tandasnya.

Saluran irigasi Cicatih menjadi tumpuan usaha pertanian warga di dua desa,  yakni Sukamaju dan Cimanggu." Bisa dibayangkan, bagaimana nasib ratusan para petani di dua desa tersebut yang tidak bisa bercocok tanam. Satu tahun lebih irigasi Cicatih Ubrug tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya petak-petak sawah kami kering kerontang," timpal warga Kampung Cihonje RT 02/RW 05 Didih (73).

Humas PT. Bias Pertasia Persada, Faisal kepada wargta menjelaskan, pihaknya segera mencari solusi agar air Sungai Cicatih dapat kembali mengairi pesawahan warga. "Selain itu, kami juga akan secepatnya meninggikan mercu bendung sekitar 50 Cm sehingga menaikan debit air untuk mengairi pesawahan warga," pungkas Faisal.

Beruntung aksi dadakan ini tidak berdampak negatif, walaupun hanya dikawal oleh sejumlah petugas keamanan. Warga bubar dengan tertib setelah mendapatkan jaminan sawah mereka akan kembali mendapatkan air dalam waktu dekat.

Editor :
Berita Terkini