Awal 2026, Enam Bencana Landa Sukabumi: Puluhan Warga Mengungsi, Sekolah Ambruk
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat enam bencana alam pada awal 2026 akibat hujan deras, menyebabkan puluhan warga mengungsi dan bangunan sekolah ambruk.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat enam bencana alam pada awal 2026 akibat hujan deras, menyebabkan puluhan warga mengungsi dan bangunan sekolah ambruk.
Abdullah mengingat mimpi itu terjadi sekira pukul 01.30 hingga 02.00 WIB.
Hari itu seharusnya menjadi awal dari langkah baru Ibrahim.
Proses evakuasi korban dilakukan oleh keluarga secara manual.
Di dekat kamar Ibrahim dan keponakannya, terdapat tebing setinggi sekitar 15 meter.
Rumah Ita diterjang guguran tanah, memerangkap dua anaknya.
Bupati Sukabumi memberikan santunan kepada keluarga korban.
Nurdin bersama P2BK Kabandungan telah melakukan pemeriksaan langsung.
Dalam video terdengar suara perekam dengan nada panik menyebut gunung garu longsor juga terdengar sura gemuruh yang diduga berasal dari material longsor yang menimpa kawasan pertanian yang berada dibawahnya.
Tiga titik longsor di Desa Cihanyawar Nagrak Sukabumi berdampak signifikan terhadap infrastruktur desa dan masyarakat setempat.
Dampak hujan deras, rumah warga di Loji Simpenan Sukabumi rusak berat tertimpa tanah longsor.
Longsor ini menyebabkan kandang berserta 14 ekor domba Garut bersertifikat milik seorang peternak di Cidolog Sukabumi tertimbun, dan baru diketahui oleh warga pada pagi harinya, Sabtu (23/11/2024).
Viral di media sosial momen seorang perempuan yang disebut merupakan guru kesulitan melewati jalan berlumpur di Bantargadung Sukabumi.
Kondisi jalan kabupaten di Bantargadung Sukabumi ini berlumpur dan ambles akibat tanah longsor. Camat ungkap faktor pemicunya.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi menyebabkan tanah longsor di Kampung Nangela RT 12/04, Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Sabtu (5/10/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sejumlah akses jalan mengalami longsor dan rumah rusak, akibat hujan deras, melanda Kabupaten Sukabumi bagian utara
Hewan ternak seperti sapi dan kambing terbawa arus yang disebabkan longsor.
Kecamatan Palabuhanratu Sukabumi termasuk wilayah rawan gerakan tanah longsor kategori menengah-tinggi menurut Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian ESDM.