Motif 4 Anggota Geng Motor Aniaya Hingga Tusuk 2 Pemuda di Sukabumi
Berikut motif dan kronologi insiden penganiayaan dan penusukan dua pemuda di Kota Sukabumi oleh empat anggota geng motor mild community.
Berikut motif dan kronologi insiden penganiayaan dan penusukan dua pemuda di Kota Sukabumi oleh empat anggota geng motor mild community.
Empat anggota geng motor Mild Community penusuk dua pemuda di Kota Sukabumi ditangkap.
Polisi mengungkap motif pria paruh baya di Palabuhanratu Sukabumi nekat jerat leher adik perempuan dan bacok ipar gegara warisan.
Berikut kronologi kejadian penganiayaan dan pembacokan di Palabuhanratu Sukabumi. Korban dituding dukun santet oleh kakak kandungnya sendiri.
Korban mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setelah mengalami luka.
Dokter menemukan banyak luka memar pada tubuh Lutfi.
AVN diduga terlibat aksi pengeroyokan menggunakan senjata tajam.
Satreskrim Polres Sukabumi, melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru olahraga berinisial T terhadap seorang siswanya MPI (12 tahun), yang masih duduk di kelas 5.
RM ditangkap karena diduga terlibat kasus penganiayaan dan pengeroyokan.
Cepi menyebut terduga pelaku sempat meminta keluarganya mengambilkan golok.
Ajun diserang menggunakan kapak patik hingga menderita sepuluh bacokan.
Samson sempat berenang di sungai menuju Kecamatan Palabuhanratu.
Siswa SMA pelaku penganiayaan pacar masih diperiksa unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi.
Pasangan ini sepakat menggugurkan kandungan dengan mengonsumsi obat tertentu.
Polisi mengatakan BB ditangkap di salah satu rumah warga.
Terduga pelaku langsung masuk ke kamar dan memukul Akbar bertubi-tubi.
Korban sedang membersihkan tutut (siput), kemudian ayahnya datang dan diduga langsung menampar.
Video dugaan penganiayaan anak kandung di Sukabumi ini viral di media sosial.
12 tahun merantau ke Surabaya, wanita Sukabumi korban penganiayaan anak anggota DPR RI pulang jadi jenazah.
Wanita Sukabumi berinisial DSA (29 tahun) tewas diduga dianiaya anak anggota DPR di Surabaya, berikut kronologi kejadian versi kuasa hukum keluarga korban.