Sebut Pembalakan Liar, SPI dan Kaki Daun Kecam Dukungan Aktivitas Wisata di TNGHS Blok Cangkuang
kecaman muncul karena khawatir dampak yang akan ditimbulkan dengan adanya aktivitas wisata akan menimbulkan bencana berkelanjutan.
kecaman muncul karena khawatir dampak yang akan ditimbulkan dengan adanya aktivitas wisata akan menimbulkan bencana berkelanjutan.
Rudi menyebut sejumlah bencana baru-baru ini harus menjadi perhatian bersama.
Kekhawatiran itu disampaikan oleh salah satu Tokoh masyarakat setempat, Jumroni (50 tahun), menyebut, kerusakan yang ditinggalkan saat ini akan mengancam kelestarian hutan dan ketersediaan air bersih.
Hal itu juga disoroti oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menganggap bahwa bencana di Sukabumi diduga akibat adanya bukaan lahan atau perubahan tata ruang. “Jadi problem Sukabumi itu satu, alamnya akut rusak,” kata Dedi.
Kuasa hukum warga menganggap adanya aktor intelektual di balik peristiwa pembalakan liar di Lereng Gunung Halimun Salak, Desa/Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
Warga mendesak pembalakan liar di lereng Gunung Salak dihentikan. Andreas menegaskan, persoalan itu menjadi ranah kementerian."
Menhut yang menyatakan tidak mengenal Aziz Wellang mengundang pertanyaan.
Aliansi Aktivis Kota mendatangi Gedung Sate Bandung, menuntut komitmen Gubernur Dedi menciptakan kota hijau dan pemberantasan mafia perusak lingkungan di Sukabumi
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, menanggapi fenomena penebangan liar yang terjadi di wilayah Blok Cangkuang, yang berada dalam kawasan TNGHS Kecamatan Cidahu.
Kawasan hutan Blok Cangkuang, lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan parah akibat aktivitas penebangan pohon liar