Misteri Mayat Perempuan di Pantai Karanghawu Terkuak: Diduga ODGJ, Sempat Ditolong Perawat

Sukabumiupdate.com
Selasa 01 Sep 2026, 15:46 WIB
Misteri Mayat Perempuan di Pantai Karanghawu Terkuak: Diduga ODGJ, Sempat Ditolong Perawat

Proses pemakaman mayat perempuan bertato yang ditemukan di tepi Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (28/8/2026). (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com – Misteri identitas mayat perempuan yang ditemukan di tepi Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (28/8/2026) akhirnya mulai menemui titik terang.

Perempuan yang sebelumnya berstatus Mrs X tersebut diduga kuat merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sempat terlantar dan berpindah-pindah di kawasan Palabuhanratu hingga Cisolok sebelum ditemukan meninggal dunia.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Inafis Satreskrim Polres Sukabumi melakukan pencocokan ciri fisik jenazah dengan data, rekaman, serta keterangan tenaga medis yang sempat memberikan perawatan kepada perempuan tersebut beberapa hari sebelum ditemukan tewas.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, membenarkan adanya kesesuaian antara ciri-ciri ODGJ yang sebelumnya sempat ditangani tenaga medis di wilayah Cikakak dengan jasad perempuan yang ditemukan terdampar di tepian pantai, pada Jumat (28/8/2026) lalu.

Baca Juga: Potret Geopark Ciletuh di Puncak Kemarau, Sawah Hijau Berubah Jadi Hamparan Tandus

"Betul, informasi dan hasil penelusuran dari tim identifikasi memang seperti itu. Ciri-cirinya identik dengan jasad perempuan yang ditemukan pada Jumat pagi kemarin di pesisir Cisolok," ungkap Iptu Dudi Suharyan kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (1/9/2026).

Sempat Dirawat Dua Hari Sebelum Ditemukan Meninggal

Jejak kehidupan perempuan tersebut perlahan terungkap dari keterangan Lutfi, seorang perawat Puskesmas Cikakak yang sempat memberikan pertolongan kepada korban di kawasan Grand Inna Samudra Beach Hotel (SBH), Rabu (26/8/2026).

Saat itu, Lutfi mendapat laporan dari petugas keamanan hotel mengenai seorang perempuan terlantar yang tergeletak dalam kondisi lemas.

Setelah mendatangi lokasi, Lutfi mendapati perempuan tersebut mengalami luka pada bagian pelipis. Saat ditanya mengenai luka tersebut, perempuan itu mengaku terjatuh.

"Awalnya ada laporan dari satpam Grand Inna bahwa ada ODGJ yang sedang sakit dan tidak berdaya. Menurut laporan satpam, dia sudah ada di Grand Inna sejak pagi," kata Lutfi saat ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Tak Perlu Jauh-jauh ke Kecamatan, Desa Benda Sukabumi Hadirkan Layanan Adminduk ke Warga

Ia kemudian memeriksa kondisi perempuan tersebut dan memberikan pertolongan menggunakan perlengkapan pertolongan pertama yang tersedia di lokasi.

"Setelah dilihat, ada luka di bagian pelipis, seperti robek sedikit. Menurut ODGJ tersebut, lukanya karena jatuh," ujarnya.

Setelah luka diobati, Lutfi kembali ke Puskesmas Cikakak. Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan perempuan tersebut setelah itu.

Namun, berdasarkan informasi dari petugas keamanan hotel, perempuan tersebut kemudian diketahui sudah meninggalkan kawasan Grand Inna dan kembali berjalan ke arah Cisolok.

Lutfi juga masih mengingat beberapa ciri perempuan tersebut. Saat ditemui, korban mengenakan celana pendek dan membawa sebuah tas selempang.

Namun, Lutfi mengaku tidak begitu memperhatikan aksesori yang dikenakan perempuan tersebut karena fokus memberikan pertolongan terhadap luka di bagian pelipis.

Baca Juga: Sumur Mengering, Warga Cicurug Rela Bolak-balik 5 Kali Sehari Demi Mendapatkan Air Bersih

"Kalau tidak salah pakai tas saja, tas selempang, pake cincin, tapi engga jelas kondisi cincinnya," katanya.

Ketika ditanya mengenai jam tangan, gelang, kalung yang dikenakan, Lutfi mengaku tidak dapat memastikan secara detail.

Ia hanya mengingat perempuan tersebut kemungkinan mengenakan cincin, sementara usia korban diperkirakan sudah cukup tua jika dilihat dari postur tubuhnya.

"Kalau melihat dari postur tubuhnya seperti sudah sepuh," ucap Lutfi.

Korban juga diketahui mengenakan sejumlah aksesori, termasuk rantai pada bagian perut dengan bandul batu akik.

Meski memiliki sejumlah ciri fisik yang cukup khas, identitas perempuan tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti karena tidak ada keluarga yang datang untuk menjemput ataupun memberikan keterangan mengenai dirinya.

Baca Juga: Dugaan Pemerasan Kepala Sekolah, IJTI Sukabumi: Jangan Nodai Marwah Jurnalisme

Jasad perempuan tersebut akhirnya dimakamkan oleh petugas RSUD Palabuhanratu di TPU Batu Sapi setelah tidak kunjung ada pihak keluarga yang datang.

Sebelumnya diberitakan, Kasatpolairud Polres Sukabumi AKP Dadi mengatakan hingga saat ini identitas korban belum diketahui. "Identitas belum ditemukan," kata dia kepada wartawan pada Sabtu (29/8/2026).

Petugas Inafis terus mendalami sejumlah ciri khusus yang melekat pada tubuh korban. Aksesori yang dikenakan menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitas. Salah satunya adalah rantai perut yang melilit tubuh korban dengan bandul batu akik berukuran cukup besar.

Selain itu, polisi menemukan jam tangan analog dengan dial putih yang dikenakan pada tangan korban. Di samping jam tersebut, ada gelang keemasan dan hiasan butiran manik-manik. Ditemukan juga sejumlah tato pada beberapa bagian tubuh yang dapat menjadi ciri tambahan.

Polisi berharap informasi mengenai ciri-ciri itu dapat membantu keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk mengenali korban.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri fisik maupun aksesori yang sesuai, segera melapor ke Mapolsek Cisolok atau Satpolairud Polres Sukabumi," kata Dadi.

 

Berita Terkait
Berita Terkini