SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Kota Sukabumi menyiapkan dua strategi besar untuk menekan beban belanja pegawai yang telah melampaui ketentuan nasional. Selain memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot juga akan mengembangkan sistem Sukabumi Smart Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan efisiensi kinerja birokrasi dan menerapkan moratorium terbatas penerimaan aparatur sipil negara (ASN).
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, langkah tersebut diambil karena postur belanja pegawai Pemerintah Kota Sukabumi telah melebihi batas maksimal 30 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).
"Kondisi belanja pegawai Pemerintah Kota Sukabumi sudah melampaui ketentuan. Karena itu kami menyusun strategi untuk memperkuat fiskal daerah sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan," kata Ayep Zaki dalama keterangannya kepada sukabumiupdate.com, Senin (3/8/2026).
Menurut Ayep, strategi pertama yang akan dijalankan adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar kemampuan keuangan daerah semakin kuat. Selanjutnya, pemerintah akan memberlakukan moratorium terbatas terhadap penerimaan ASN sebagai upaya mengendalikan pertumbuhan belanja pegawai.
Baca Juga: Dekranasda Kota Sukabumi Perkuat Wastra Lokal Lewat Sukawastra Bumi Indonesia
Namun demikian, moratorium tersebut tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk menjaga produktivitas aparatur, Pemkot Sukabumi mulai membangun Sukabumi Smart Artificial Intelligence, sebuah sistem kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk mendukung pekerjaan ASN.
"Sukabumi Smart Artificial Intelligence merupakan sistem AI milik Pemerintah Kota Sukabumi yang kami bangun secara bertahap. Sistem ini akan membantu mempercepat proses bisnis dan pekerjaan seluruh perangkat daerah," ujarnya.
Ayep menjelaskan, AI akan berfungsi sebagai asisten digital bagi kepala daerah, kepala perangkat daerah, hingga seluruh ASN. Kehadirannya diharapkan mampu menyederhanakan berbagai pekerjaan administratif yang selama ini membutuhkan banyak sumber daya manusia.
"Sebagai contoh, pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh dua atau tiga orang pegawai nantinya dapat diselesaikan oleh satu orang ASN dengan bantuan AI. Jadi teknologi ini hadir untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan peran pegawai," jelasnya.
Selain membantu penyelesaian pekerjaan, sistem tersebut juga akan mengintegrasikan berbagai data pemerintahan secara akurat dan real time. Dengan begitu, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat, sementara kebutuhan informasi mengenai Kota Sukabumi dapat diakses secara lebih mudah oleh seluruh perangkat daerah.
Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia vs Vietnam, Thom Haye Berpotensi Jadi Pembeda di Piala AFF 2026
Melalui pengembangan Sukabumi Smart AI, Pemkot Sukabumi menargetkan terciptanya birokrasi yang lebih modern, efisien, dan berbasis data. Langkah ini juga diharapkan menjadi solusi untuk menjaga kualitas pelayanan publik di tengah kebijakan pengendalian jumlah pegawai.
"Kami ingin membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan dukungan AI, ASN dapat bekerja lebih cepat, lebih efektif, lebih efisien, sekaligus memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat," pungkas Ayep Zaki. (adv)
















