SUKABUMIUPDATE.com – Harapan keluarga untuk menemukan Fadlan Alfharizi (5) dalam keadaan selamat masih terus menyala. Hingga Jumat (3/7/2026) petang, tim gabungan masih menyisir aliran Sungai Cicatih dan sejumlah titik di sekitar Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Di tengah upaya pencarian, keluarga dan saksi mulai mengungkap detik-detik terakhir sebelum bocah itu dinyatakan hilang.
Bagi Irma Wati (36), ibu Fadlan, Jumat pagi seharusnya menjadi hari yang biasa. Setelah memandikan putra keduanya sekitar pukul 09.30 WIB, ia mengizinkan sang anak bermain bersama teman-temannya. Namun, seperti biasa, ia lebih dulu berpesan agar Fadlan tidak pergi terlalu jauh dari rumah.
"Setelah mandi dia bilang mau main. Saya bilang, 'Dede jangan jauh-jauh ya.' Dia jawab, 'Iya,' lalu pergi bermain sama teman-temannya," kata Irma.
Fadlan diketahui bermain bersama sejumlah anak di sekitar masjid. Tak lama kemudian, Irma sempat mendengar suara tangisan yang diyakininya berasal dari sang anak. Namun ia tak menyangka, suara itu menjadi salah satu petunjuk terakhir yang masih diingatnya.
Baca Juga: Wilayah Potensi Kekeringan dan Perkembangan Musim Kemarau di Jabar, Bagaimana Sukabumi?
Kekhawatirannya memuncak ketika anak-anak yang bermain bersama Fadlan mulai pulang satu per satu, tetapi putranya tak kunjung terlihat. Ia pun berusaha mencari tahu keberadaan Fadlan dengan bertanya kepada teman-teman bermainnya.
Tak lama berselang, seorang anak datang sambil membawa sepasang sandal yang disebut milik Fadlan. Momen itu sontak membuat hati Irma hancur.
"Bu, ini sendal si Dede. Si Dede enggak ada, tapi sendalnya masih ada di masjid.' Pas dengar itu saya langsung bilang ke suami, 'Ayah, si Dede enggak ada, takut ke air.' Saya langsung lari ke bawah sambil manggil-manggil, tapi enggak ada," tutur Irma.
Sejak saat itu, kepanikan menyelimuti keluarga. Irma mengaku hingga kini belum mengetahui apa yang sebenarnya menimpa putranya. Ia juga belum bisa meyakini dugaan bahwa Fadlan terjatuh ke sungai karena tidak ada seorang pun yang melihat ataupun mendengar kejadian tersebut.
"Kalau memang kecebur, saya rasa pasti kedengar. Saya juga masih dengar suara anak sebelumnya," ujarnya.
Fadlan yang baru berusia lima tahun satu bulan diketahui baru menjalani sunat sekitar tiga pekan lalu. Meski masih dalam masa pemulihan, bocah itu tetap aktif bermain bersama teman-temannya di sekitar lingkungan rumah.
Baca Juga: Konflik Nelayan Berakhir, Jaring Tanam Resmi Dilarang di Perairan Ujunggenteng
Sementara itu, seorang warga bernama Dini (24) menjadi salah satu saksi terakhir yang melihat keberadaan Fadlan. Ia mengaku berpapasan dengan bocah tersebut sekitar pukul 11.45 WIB atau sesaat sebelum salat Jumat.
Saat itu, Fadlan terlihat berjalan seorang diri di jalan dekat aliran sungai.
"Saya lihat biasa saja, seperti anak lagi main. Dia sempat mondar-mandir dua kali," katanya.
Dini mengatakan, saat itu Fadlan tidak mengenakan sandal. Ia juga tidak melihat maupun mendengar adanya kejadian yang mengarah pada dugaan korban terjatuh ke sungai.
"Saya enggak lihat jatuh atau apa. Enggak dengar suara apa-apa juga. Tahunya setelah pulang Jumat diumumkan di masjid kalau ada anak yang hilang," ujarnya.
Baca Juga: Jelang Vonis, Mahasiswa Gelar Aksi Bela dr. Silvi di Depan Kejari Kota Sukabumi
Berdasarkan keterangan para saksi, Fadlan terakhir kali terlihat mengenakan kaus berwarna biru tua (navy) dan celana pendek abu-abu.
Hingga sekitar pukul 18.30 WIB, tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Cicatih dan area di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Namun, hilangnya bocah berusia lima tahun itu masih menyisakan tanda tanya besar. Belum ada seorang pun yang dapat memastikan apa yang sebenarnya terjadi setelah Fadlan terakhir kali terlihat berjalan seorang diri di dekat sungai. Di tengah ketidakpastian itu, keluarga hanya bisa berharap doa dan upaya pencarian berakhir dengan kabar baik.



