SUKABUMIUPDATE.com - Pemandian alam Leuwi Kopo yang terletak di aliran Sungai Cicurug, Kampung Gandawati, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, sudah lama dikenal warga lokal sebagai destinasi untuk rekreasi air. Kawasan ini dikenal dengan air sungainya yang jernih serta udara sejuk berkat rindangnya pepohonan, apalagi saat musim kemarau tiba tempat ini kerap jadi buruan warga.
Di balik keindahannya, tempat ini menyimpan cerita sejarah tersendiri. Yadi, seorang tokoh warga Bantarpeuteuy menceritakan bahwa kawasan ini dinamai Leuwi Kopo karena dulunya dikelilingi oleh pohon jambu kopo yang menjulang besar. Meski kini pohon-pohon tersebut mayoritas telah hilang dan hanya menyisakan beberapa yang kecil, daya tarik alami sungai ini tetap melekat di hati masyarakat.
“Dulu di sekitar sini banyak pohon jambu kopo yang besar-besar, makanya disebut Leuwi Kopo. Sekarang mah tinggal sedikit yang kecil-kecil,” ujar Yadi kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Wargi Sukabumi Wajib Tahu! Ini 5 Syarat Orang yang Bisa Berkurban
Menurutnya, Leuwi Kopo sejak dulu menjadi tempat warga untuk mandi sepulang beraktivitas dari sawah, kebun hingga menggembala ternak. Sungai tersebut memiliki kontur batu cadas dan pasir dengan lebar sekitar 8 meter, dimana kedalaman air pun bervariasi, bahkan pada kondisi saat ini diperkirakan mencapai 5 meter di titik terdalam.
“Kalau dulu warga habis dari sawah atau kebun langsung mandi di sini. Airnya jernih dan dingin,” katanya.
Pemandian Leuwi Kopo. | SU/Ragil Gilang.
Yadi menuturkan, sekitar tahun 2019 lokasi tersebut mulai dimanfaatkan warga untuk pengambilan batu cadas sebagai bahan pembuatan batu bata. Kemudian dua tahun berselang tepatnya pada 2021 sempat dibuka menjadi wisata alam oleh komunitas setempat.
Baca Juga: Israel Sergap Kapal Kemanusiaan, 9 WNI Termasuk Jurnalis Tempo dan Republika Ada di Dalamnya
Namun sayangnya pengelolaan wisata itu tidak berlangsung lama karena dinilai hanya bersifat musiman. Alasannya karena saat musim hujan tiba, debit air meningkat sehingga Leuwi Kopo tidak bisa dijadikan berwisata bermain air oleh wisatawan.
“Pernah dibuka jadi wisata alam, tapi tidak lama. Kalau musim hujan kan air besar, jadi tidak bisa dipakai wisata,” ungkapnya.
Selama puluhan tahun dikenal sebagai tempat mandi warga, Yadi menyebut baru kali ini Leuwi Kopo memakan korban jiwa. Sebelumnya, seorang balita laki-laki berusia 5 tahun asal Kampung Cimanggu Babakan RT 04/07, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi tersebut pada Minggu, 17 Mei 2026.
Baca Juga: Ditemukan di Kedalaman 3 Meter: Buntut Balita Tenggelam, Leuwi Kopo Akan Ditutup Sementara
Selain dikenal sebagai tempat mandi warga, Leuwi Kopo juga sempat dikaitkan dengan cerita mistis yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan cerita orang tua dahulu, Yadi mengatakan sering terjadi kejadian-kejadian yang tak masuk akal di lokasi tersebut.
“Katanya dulu suka ada kejadian aneh. Pernah ada orang mancing, terus terdengar suara banyak orang lagi mandi. Tiba-tiba airnya jadi keruh. Tapi itu hanya cerita dari orang tua dulu,” tuturnya.



