Perumdam TJM Percepat Pemulihan Distribusi Air ke Ciambar yang Tergganggu Akibat Longsor

Sukabumiupdate.com
Kamis 28 Mei 2026, 20:36 WIB
Perumdam TJM Percepat Pemulihan Distribusi Air ke Ciambar yang Tergganggu Akibat Longsor

Perbaikan pipa Perumdam TJM yang rusak akibat longsor di Ciambar | Foto : Perumdam TJM

SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan distribusi air bersih kepada pelanggan Cabang Ciambar yang terdampak gangguan akibat bencana tanah longsor di kawasan sumber air Gunung Lambow.

Kepala Cabang Perumda TJM Parungkuda, Neneng Kartika, menjelaskan gangguan tersebut bermula dari longsor yang menyebabkan pohon tumbang menimpa pipa transmisi berdiameter 10 inci di wilayah Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar.

"Akibat kerusakan pada jaringan pipa transmisi tersebut, distribusi air bersih kepada pelanggan di wilayah pelayanan Cabang Ciambar mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir," kata Neneng kepada sukabumiupdate.com, Kamis (28/5/2026)

Neneng menuturkan, peristiwa longsor terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dan mengakibatkan pipa transmisi terputus. Setelah kondisi dinilai lebih aman, pekerjaan perbaikan mulai dilaksanakan pada Senin (25/5/2026) pukul 05.00 WIB.

Perbaikan awal selesai dilakukan pada pukul 11.00 WIB dan air kembali dapat dialirkan. Namun debit air yang diharapkan sebesar 19 liter per detik belum tercapai sehingga tim teknis melanjutkan penelusuran jaringan pipa transmisi.

Baca Juga: Intip Statistik dan Profil Bart Ramselaar Calon Penyerang Anyar Persib Bandung

Pada hari yang sama, tim teknis melakukan berbagai upaya, mulai dari pembuangan angin di dalam jaringan hingga beberapa kali washout sepanjang jalur pipa. Namun upaya tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan debit air.

Selanjutnya pada Selasa (26/5/2026), tim gabungan yang terdiri dari bagian perawatan, operator produksi dan teknisi cabang kembali melakukan penelusuran menyeluruh pada jalur pipa transmisi untuk mencari penyebab belum optimalnya debit air.

Upaya penanganan berlanjut hingga Rabu (27/5/2026). Tim melakukan pembuangan angin pada ventril yang ada serta beberapa kali washout pipa sepanjang sekitar dua kilometer. Pekerjaan sempat dihentikan sekitar pukul 04.00 WIB akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

"Hingga pukul 23.30 WIB, tim berhasil mengidentifikasi adanya indikasi kebocoran pada pipa," ujar Neneng.

Setelah titik kebocoran ditemukan, perbaikan dilakukan pada Kamis (28/5/2026). Selain memperbaiki kebocoran, tim teknis juga melanjutkan penelusuran sepanjang jalur pipa transmisi.

Sebagai langkah percepatan normalisasi, Perumda TJM melakukan pembuatan ventril baru dengan diameter yang diperbesar agar udara yang terjebak di dalam jaringan pipa dapat dikeluarkan lebih cepat.

Menurut Neneng, proses perbaikan di lapangan juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi cuaca yang tidak menentu serta medan lokasi yang cukup berat sehingga menyulitkan mobilisasi peralatan dan tim teknis.

Baca Juga: Pasisian Tangguh, Sahabat Remaja Community Perkuat Ketahanan Warga Pesisir Cisolok Sukabumi

Untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan selama proses perbaikan berlangsung, Perumda TJM menyalurkan delapan tangki air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

Perumda TJM juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan Cabang Ciambar atas terganggunya pelayanan distribusi air bersih yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Neneng menambahkan, normalisasi jaringan pipa transmisi dengan sistem gravitasi umumnya membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari. Meski demikian, Perumda TJM berkomitmen mempercepat proses pemulihan layanan.

"Kami berkomitmen mempercepat proses normalisasi dengan target debit air dapat mencukupi kebutuhan pelanggan dalam tiga hari setelah titik kebocoran ditemukan," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini