SUKABUMIUPDATE.com – Aktivitas pelayanan di RSUD Sekarwangi terus berjalan selama 24 jam setiap hari. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi itu menyediakan berbagai layanan mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat jalan, rawat inap, hingga layanan penunjang medis.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Sekarwangi, dr. Andry Priyana Jaya, mengatakan instalasi gawat darurat menjadi salah satu layanan utama yang beroperasi tanpa henti.
“Kalau IGD itu kita buka 24 jam. Jadi dari jam 8 pagi sampai jam 8 pagi lagi, pokoknya satu kali 24 jam, tujuh hari seminggu, 365 hari dalam setahun,” ujar Andry, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, RSUD Sekarwangi tetap mempertahankan pelayanan IGD selama pandemi Covid-19. Saat sejumlah rumah sakit mengalami kendala akibat kekurangan pasokan oksigen, IGD RSUD Sekarwangi tetap beroperasi.
“Alhamdulillah waktu Covid kita tidak sampai harus menutup IGD karena suplai oksigen masih lancar,” katanya.
Baca Juga: Gandeng Pemda dan Kemendes PDTT, UMMI Perkuat Program OVOD untuk Dorong Kemandirian Desa di Sukabumi
Pelayanan IGD didukung tenaga kesehatan, laboratorium khusus IGD, petugas pendaftaran, hingga personel keamanan agar pelayanan tetap berjalan optimal selama 24 jam. Selain IGD umum, rumah sakit tersebut juga memiliki IGD kebidanan yang khusus menangani pasien ibu hamil dan persalinan.
Selain layanan gawat darurat, RSUD Sekarwangi memiliki layanan rawat jalan dengan berbagai poli spesialis, seperti penyakit dalam, anak, kandungan, bedah, saraf, THT, kulit, jantung, paru, jiwa, ortopedi, hingga urologi.
Pelayanan rawat jalan dibagi menjadi poli pagi dan poli sore. Untuk poli pagi tersedia layanan reguler bagi pasien BPJS serta poli eksekutif untuk pasien umum maupun asuransi swasta. Sementara poli sore saat ini tersedia untuk layanan ortopedi dan bedah umum.
Di layanan rawat inap, RSUD Sekarwangi memiliki 351 tempat tidur yang tersebar di sejumlah ruang perawatan, seperti ruang jantung, anak, penyakit dalam, paru, bedah, hingga ruang bersalin.
Rumah sakit tersebut juga memiliki ruang perawatan intensif berupa ICU untuk pasien dewasa, PICU untuk anak, dan NICU untuk bayi.
“Ruang perawatan intensif ditujukan untuk pasien dengan kondisi kritis sehingga membutuhkan pengawasan ketat dan peralatan medis khusus,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Persib vs Persijap, Polisi Siapkan Pengamanan Nobar dan Konvoi Bobotoh di Kota Sukabumi
Selain ruang operasi yang beroperasi selama 24 jam, RSUD Sekarwangi juga memiliki berbagai layanan penunjang, seperti laboratorium, radiologi, farmasi, rehabilitasi medik, patologi anatomi, hingga instalasi sterilisasi alat kesehatan atau CSSD.
Menurut Andry, instalasi penunjang memiliki peran penting dalam mendukung kecepatan dan kualitas pelayanan rumah sakit.
“Kita juga punya laboratorium khusus IGD supaya pemeriksaan pasien gawat darurat bisa lebih cepat,” ujarnya.
Untuk layanan radiologi, RSUD Sekarwangi menyediakan pemeriksaan rontgen, USG, hingga CT scan. Namun saat ini ruang CT scan sedang direnovasi untuk penempatan alat bantuan dari Kementerian Kesehatan.
Selain pelayanan medis, rumah sakit tersebut juga memiliki instalasi kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja (Kesling K3) yang bertugas mengawasi pengelolaan limbah medis maupun limbah cair rumah sakit.
“Limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan karena bisa mencemari lingkungan,” katanya.
RSUD Sekarwangi juga menjalankan program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) melalui penyuluhan kesehatan dan kegiatan tour hospital bagi pelajar.
Baca Juga: Hadiri Hari Nasional Azerbaijan, Wali Kota Sukabumi Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional
“Kita ingin mengenalkan bahwa profesi di rumah sakit bukan hanya dokter dan perawat saja,” kata Andry.
Dalam layanan unggulan, RSUD Sekarwangi saat ini menonjol di bidang urologi atau penyakit saluran kemih. Menurut Andry, kasus batu saluran kemih cukup banyak ditemukan di Sukabumi.
“Kasus batu saluran kemih di Sukabumi itu banyak sekali. Mungkin karena kandungan kapur di air tanah cukup tinggi dan masyarakat juga kadang kurang minum,” ujarnya.
RSUD Sekarwangi disebut memiliki peralatan yang cukup lengkap untuk menangani kasus tersebut, termasuk alat pemecah batu tanpa pembedahan.
Selain itu, rumah sakit tersebut juga tengah menyiapkan penguatan layanan jantung dan kembali membuka layanan bedah vaskular yang sebelumnya sempat terhenti setelah dokter spesialisnya pindah tugas.
“Kita sudah merekrut dokter baru. Sekarang tinggal proses perizinan BPJS supaya layanan bisa berjalan lagi,” pungkasnya.(adv)



