SUKABUMIUPDATE.com – Anggota DPRD Jawa Barat Muhammad Jaenudin mengungkapkan rencana program pembangunan jalan desa yang akan menyasar hampir 6 ribu desa di Jawa Barat. Program tersebut disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya memperkuat infrastruktur hingga tingkat desa.
Hal itu disampaikan Jaenudin saat melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, sekretaris desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Jaenudin memaparkan sejumlah program pembangunan Pemprov Jabar yang berkaitan dengan bidang kerja Komisi V DPRD Jawa Barat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan hingga akses permodalan bagi masyarakat.
Pada sektor infrastruktur, Jaenudin menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD saat ini tengah menuntaskan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi yang ditargetkan selesai hingga 2027. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan penerangan jalan umum (PJU) untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Tak hanya jalan provinsi, menurut Jaenudin, Pemprov Jabar juga telah merencanakan pembangunan jalan desa yang nantinya akan dikerjakan langsung oleh Bina Marga Jawa Barat.
“Program tersebut juga mencakup pembangunan penerangan jalan umum (PJU) untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Temui Warga Balekambang, Jaenudin Bahas 5 Isu Pengawasan Komisi V DPRD Jabar
Ia menjelaskan, program jalan desa itu akan dialokasikan dengan nilai sekitar Rp50 juta per desa dan ditargetkan menjangkau ribuan desa di Jawa Barat.
“Kita sudah bersepakat dengan pak gubernur, jadi anggaran untuk jalan desa sebesar Rp50 juta itu pengerjaannya akan dilakukan oleh Bina Marga. Jumlahnya hampir di 6 ribu desa,” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.
Selain infrastruktur, Jaenudin juga menyampaikan perkembangan program di sektor pendidikan. Ia menjelaskan pemerintah terus mendorong pembangunan ruang kelas baru (RKB) guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sekolah negeri.
Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, pembangunan RKB yang dilaksanakan pada 2025 disebut telah rampung dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026.
Sementara di bidang kesehatan, Pemprov Jabar disebut terus memperluas bantuan kesehatan gratis melalui program Gakinda, meski saat ini layanan tersebut masih tersedia di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Jaenudin juga menekankan pentingnya pembaruan data penerima jaminan kesehatan agar bantuan tepat sasaran. Menurutnya, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) perlu melakukan validasi data secara berkala karena pembaruan dapat dilakukan setiap tiga bulan.
Pada sektor ketenagakerjaan, pihaknya juga telah memberikan pelatihan keterampilan kepada 60 warga di berbagai bidang, seperti barista, tata boga, hingga tata rias. Peserta pelatihan juga berpeluang memperoleh dukungan permodalan melalui fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan perbankan.
“Untuk warga yang sudah dilatih, kami bisa memfasilitasi permodalan dengan menghubungkan ke Bank Jabar melalui program KUR,” katanya. (adv)






