SUKABUMIUPDATE.com - Niat kerja untuk mencari penghasilan, sejumlah warga Kabupaten Sukabumi justru terlantar di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, setelah diduga menjadi korban penipuan oleh mandor proyek yang menjanjikan mereka pekerjaan.
Informasi tersebut disampaikan oleh Camat Cibadak, Mulyadi, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan di Desa Ciheulangtonggoh, Kecamatan Cibadak, terhadap keluarga salah satu warga yang saat ini berada di lokasi tersebut.
Mulyadi menjelaskan, total terdapat 19 orang dalam rombongan yang berada di Sulawesi Barat. Dari jumlah itu, sebanyak 15 orang merupakan warga Kabupaten Sukabumi, dengan rincian empat orang dari Kecamatan Cibadak, tujuh orang dari Kecamatan Nagrak, satu orang dari Kecamatan Cicantayan, satu orang dari Kecamatan Gunungguruh, dan dua orang dari Kecamatan Palabuhanratu. Sementara empat orang lainnya berasal dari Bandung.
Baca Juga: Sukabumi Siaga! BMKG: Dasarian Awal Mei 2026 Berpotensi Hujan Intensitas Tinggi
“Awalnya mereka bekerja di wilayah Jawa, kemudian diajak oleh seorang mandor proyek yang dikenal di daerah Jawa/Solo untuk bekerja di Sulawesi Barat,” ujar Mulyadi kepada Sukabumiupdate.com, Senin (4/5/2026).
Ia menyebutkan, rombongan tersebut dijanjikan pekerjaan dengan biaya perjalanan ditanggung serta akan diberikan uang kasbon sebesar Rp1,5 juta. Namun, setelah tiba di lokasi, mandor yang mengajak mereka justru tidak diketahui keberadaannya.
“Setelah sampai di lokasi proyek, orang yang mengajak kerja tersebut kabur. Di sana belum ada pekerjaan sehingga mereka telantar,” katanya.
Baca Juga: Mahasiswa Kepung Kemendiktisaintek, Tuntut Hentikan Program MBG
Saat ini, para warga tersebut terpaksa bertahan dengan kondisi seadanya. Untuk beristirahat, mereka menumpang di rumah warga sekitar, sedangkan kebutuhan makan dan minum mengandalkan bantuan dari masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil asesmen, keberangkatan rombongan diketahui terjadi pada Kamis, 30 April 2026, menggunakan dua unit mobil. Pihak kecamatan juga telah melakukan konfirmasi kepada keluarga dan aparatur desa terkait identitas warga.
Orang tua salah satu warga, Bayu Mugi Rahayu, membenarkan bahwa anaknya berangkat ke Sulawesi Barat bersama Ravi Adi Kurniawan, yang merupakan warga Desa Ciheulangtonggoh. Selain itu, Linmas Desa Pamuruyan juga mengonfirmasi bahwa salah satu warganya turut berangkat, serta Kepala Dusun di Desa Warnajati membenarkan identitas warganya yang ikut dalam rombongan tersebut.
Baca Juga: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid 5-6 Mei 2026: Begini Cara Melihatnya!
Mulyadi menuturkan, para warga yang telantar tersebut menyampaikan keinginan untuk segera dipulangkan ke Kabupaten Sukabumi. Namun, mereka tidak memiliki biaya untuk kembali.
“Mereka berharap bisa secepatnya pulang ke Sukabumi, karena saat ini tidak memiliki ongkos,” ungkapnya.



