Mogok Kerja Buruh Pabrik Garmen di Sukabumi, Protes Skorsing hingga Jam Kerja

Sukabumiupdate.com
Sabtu 11 Apr 2026, 16:45 WIB
Mogok Kerja Buruh Pabrik Garmen di Sukabumi, Protes Skorsing hingga Jam Kerja

Buruh pabrik garmen di Cicurug lakukan protes mogok kerja (Sumber: dok buruh)

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi mogok kerja terjadi di perusahaan garmen PT SB yang berada di Kampung Bangkongreang RT 03/07, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/4/2026). Aksi tersebut hanya melibatkan pekerja bagian operator sewing, khususnya buruh perempuan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, mogok kerja ini dipicu ketidakpuasan terhadap pada kebijakan perusahaan, khususnya terkait target kerja dan penerapan skorsing. Disebutkan, pekerja yang tidak mencapai target produksi dikenakan skorsing dengan durasi yang dinilai berlebihan.

“Dirasa sudah kebangetan sampai lebih dari 4 jam. Idealnya paling lama satu setengah jam,” ujar sumber.

Baca Juga: Jadwal Final AFF Futsal 2026: Kesempatan Back to Back, Indonesia Tantang Thailand

Selain itu, pekerja juga menyoroti jam kerja yang dinilai melebihi batas normal. Seharusnya, jam kerja berlangsung sekitar 7 hingga 8 jam per hari dengan waktu pulang pukul 15.00 atau 16.00 WIB. Namun prakteknya, pekerja mengaku harus berada di tempat kerja hingga malam hari.

“Kalau ada skorsing pun seharusnya maksimal sampai jam 6 sore, bukan sampai malam. Itu juga tidak masuk lembur,” katanya.

Terkait tuntutan, pekerja menginginkan agar kebijakan skorsing dihapuskan. Namun, menurut sumber, hal tersebut dinilai sulit karena sudah menjadi kebiasaan di perusahaan.

Baca Juga: Pemicu Banjir Sungai Cidadap? 2 Lokasi Tambang Ilegal di Lengkong Sukabumi Ditutup

“Maunya skorsing dihapuskan, tapi kayaknya tidak mungkin. Paling tidak untuk sekarang minimal dikurangi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut dinilai membuat pekerja merasa tidak dihargai, terutama dari sisi waktu kerja dan kebijakan skorsing yang diterapkan. Sementara terkait dugaan adanya perlakuan kasar dari atasan, informasi tersebut belum dapat dipastikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait aksi mogok kerja tersebut.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini