SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, Deni Yudono, resmi meluncurkan program kerja baru bertajuk “POL PP SIGAP”. Inovasi ini dicanangkan sebagai strategi penguatan kinerja dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) serta menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (Tibumtranmas).
Program tersebut diperkenalkan Deni tak lama setelah dirinya resmi dilantik oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, pada Rabu, 1 April 2026 lalu.
Deni menyatakan bahwa perubahan pola kerja di tubuh Satpol PP menjadi kebutuhan mendesak. Hal ini seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, dinamika sosial yang makin kompleks, serta kondisi geografis Kabupaten Sukabumi yang luas dan rawan bencana.
.
“Perkembangan teknologi, perubahan pola pikir masyarakat, hingga kondisi geografis menjadi tantangan nyata dalam menjaga ketertiban umum,” ujar Deni kepada sukabumiupdate.com, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Dilantik Jadi Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Ini Komitmen Deni Yudono
Apa itu SIGAP?
Deni menjelaskan bahwa SIGAP bukan sekadar slogan, melainkan akronim dari prinsip kerja yang akan diinternalisasi oleh seluruh personel di lapangan:
- Siap: Aparatur yang selalu siaga dalam kondisi apa pun.
- Inovatif: Mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.
- Gerak: Bertindak cepat dan responsif sesuai koridor peraturan perundang-undangan.
- Amanah & Amankan: Menjunjung tinggi kepercayaan publik serta mengamankan stabilitas daerah.
- Perda/Perkada: Tegak lurus dalam mengawal produk hukum daerah demi terciptanya ketertiban.
Menurut Deni, konsep ini akan diterapkan sebagai sistem kerja Satpol PP Kabupaten Sukabumi.
“Ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” tegasnya.
Program SIGAP ini juga diselaraskan dengan visi pembangunan daerah Sukabumi MUBARAKAH yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Dalam hal ini, Satpol PP berperan sebagai garda terdepan penjaga stabilitas daerah untuk mendukung kelancaran pembangunan.
Selain sistem kerja, Deni juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Fokus utamanya meliputi penguatan kompetensi aparatur, penguasaan teknologi informasi, serta penguatan integritas anggota agar terhindar dari praktik pungli atau penyalahgunaan wewenang.
Meski mengedepankan ketegasan aturan, Deni menjamin Satpol PP akan tetap menonjolkan sisi humanis. Ia menyadari bahwa penegakan Perda di lapangan sering kali bersinggungan dengan konflik kepentingan masyarakat, sehingga diperlukan komunikasi yang baik.
Ia berharap, melalui program SIGAP, kinerja Satpol PP Kabupaten Sukabumi dapat lebih efektif, profesional, dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Tujuan utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung stabilitas daerah,” pungkasnya. (adv)





