SUKABUMIUPDATE.com – Memasuki H+7 libur Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, kawasan wisata Pantai RTH Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, masih dipadati wisatawan pada Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana pantai tetap ramai oleh pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Mereka terlihat menikmati waktu liburan dengan beragam aktivitas, seperti bermain pasir, berenang di tepian pantai, hingga sekadar bersantai menikmati pesona laut.
Sejumlah pasangan muda juga tampak memilih bersantai di kursi bambu yang disediakan pedagang sambil menikmati minuman segar seperti es kelapa. Suasana santai khas pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melepas penat usai merayakan Lebaran.
Seorang wisatawan asal Bekasi, Wulan (35), mengaku sengaja mengajak keluarganya berlibur ke Pantai RTH Citepus sebelum kembali ke kota asalnya. “Kebetulan suami orang Cibadak, jadi sebelum balik ke Bekasi kami ajak anak-anak liburan ke pantai,” ungkapnya kepada sukabumiupdate.com di lokasi.
Baca Juga: Wisatawan Asal Kota Sukabumi Terbawa Arus di Pantai Cikadal, Satu Meninggal
Menurut Wulan, kondisi pantai cukup nyaman untuk dijadikan tempat berlibur bersama keluarga. Selain relatif bersih, ombak di kawasan tersebut juga dinilai tidak terlalu besar sehingga aman untuk anak-anak bermain, meskipun tetap harus dalam pengawasan.
“Pantainya enak buat main, lumayan bersih, ombaknya juga tidak terlalu besar. Saya juga tetap jaga anak-anak, harus hati-hati,” katanya.
Ia juga menilai harga makanan dan jajanan di kawasan wisata tersebut masih tergolong terjangkau bagi masyarakat. “Kalau harga makanan relatif terjangkau, tidak terlalu mahal. Masih cocok untuk masyarakat menengah ke bawah,” pungkasnya.
Ramainya kunjungan wisatawan ini membawa berkah bagi para pedagang di sekitar kawasan pantai. Salah seorang pedagang, Aji, mengaku mengalami peningkatan penghasilan yang cukup signifikan selama libur Lebaran tahun ini.
“Alhamdulillah ada peningkatan dibandingkan tahun kemarin. Puncaknya itu tiga hari, dari Minggu sampai Selasa. Sekarang memang mulai landai, tapi mudah-mudahan sampai hari Minggu nanti masih tetap ramai,” ujar Aji.
Baca Juga: Menang Telak atas St. Kitts and Nevis, Indonesia Naik Peringkat FIFA
Ia menyebutkan, omzet penjualan makanan seperti nasi goreng, mi goreng, mi rebus, kelapa muda dan minuman mengalami kenaikan hingga 80 persen dibandingkan hari biasa. “Naik sekitar 80 persenan, alhamdulillah,” tambahnya.






