SUKABUMIUPDATE.com - Minimnya angkutan umum di jalur provinsi Kiaradua–Jampangtengah kembali menjadi sorotan. Pemandangan pelajar yang berjalan kaki saat pulang sekolah setiap harinya kerap terlihat di wilayah Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.
Bukan karena tidak mau naik kendaraan, namun para pelajar tersebut terpaksa berjalan ratusan meter bahkan hingga beberapa kilometer menyusuri bahu jalan provinsi karena tidak tersedianya angkutan umum yang memadai. Kalaupun ada, mereka hanya mengandalkan kendaraan elf Surade-Sukabumi yang itupun tidak rutin beroperasi atau dengan cara menumpang sepeda motor kepada pengguna jalan lain.
Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat kondisi jalan yang rusak serta bahu jalan yang terjal dan berbahaya. Di sepanjang jalur tersebut terdapat dua sekolah, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada tepat di pinggir jalan provinsi.
Baca Juga: Bibit Siklon Tropis 98S di Samudra Hindia, Waspada Gelombang Tinggi Pesisir Sukabumi
Asep Unang (45 tahun), salah seorang pengguna jalan, mengaku sering melihat pelajar berjalan kaki di jalur tersebut. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
“Setiap hari saya lihat anak-anak sekolah pulang jalan kaki. Ada yang jauh jaraknya, jalannya juga rusak dan bahu jalan terjal. Kadang dijemput orang tuanya pakai motor, kadang naik elf, bahkan sering ikut numpang ke pengendara lain,” ujar Asep kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (28/1/2026).
Ia menilai, sudah saatnya pemerintah hadir dengan solusi konkret, salah satunya menyediakan angkutan khusus pelajar demi keselamatan dan kenyamanan mereka.
“Harusnya sudah ada angkutan khusus untuk pelajar. Kasihan, ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tambahnya.
Baca Juga: Lanti TKW Sukabumi Segera Pulang, Pemerintah China Siapkan Visa Usai Izin Dokter
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun provinsi dapat segera menindaklanjuti permasalahan tersebut, baik melalui penyediaan transportasi pelajar maupun perbaikan infrastruktur jalan, agar aktivitas pendidikan dapat berjalan dengan aman dan layak.






