Sempat Terlepas Saat Pengibaran, Merah Putih Kembali Berkibar di Palagan Bojongkokosan

Sukabumiupdate.com
Senin 17 Agu 2026, 21:19 WIB
Sempat Terlepas Saat Pengibaran, Merah Putih Kembali Berkibar di Palagan Bojongkokosan

Bendera Merah Putih kembali dikibarkan di Monumen Palagan Bojongkokosan usai insiden. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Insiden terlepasnya Bendera Merah Putih saat prosesi pengibaran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Monumen Perjuangan Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026), kembali dinaikkan sebelum prosesi penurunan bendera pada sore hari.

Camat Parungkuda, Hasanudin, mengatakan setelah upacara pengibaran selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan dan pemberian hadiah.

Setelah itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama sejumlah tamu undangan mendatangi ruang istirahat Paskibraka. Kedatangan tersebut untuk memberikan arahan, motivasi, dan semangat kepada para petugas yang sebelumnya menjalankan tugas pengibaran bendera.

“Arahan, motivasi dan semangat yang menyampaikan camat, kapolsek dan anggota DPRD Pak Tedi Fraksi Gerindra asli Parungkuda,” kata Hasanudin dalam keterangannya.

Baca Juga: Video Protes BBM Viral, Nelayan Palabuhanratu Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Usai memberikan arahan, Forkopimcam kemudian berkoordinasi dengan pelatih dan pembina Paskibraka untuk menentukan langkah selanjutnya menyikapi insiden terlepasnya bendera saat prosesi pengibaran pagi.

Hasil koordinasi tersebut menyepakati bendera kembali dinaikkan oleh tiga petugas pengibar.

“Setelah itu Forkopimcam berkoordinasi dengan pelatih, pembina Paskibra langkah selanjutnya dan bersepakat untuk menaikan bendera kembali oleh petugas pengibar (3 orang),” ujar Hasanudin.

Menurut Hasanudin, keputusan tersebut diambil karena bendera harus sudah berada di tiang sebelum prosesi penurunan pada sore hari.

“Karena sorenya bendera harus sudah dilakukan penurunan bendera,” katanya.

Dengan keputusan tersebut, bendera Merah Putih yang sebelumnya sempat terlepas pada prosesi pengibaran pagi kembali berkibar di tiang sebelum rangkaian upacara penurunan bendera dilaksanakan.

Sebelumnya, insiden terjadi ketika bendera yang telah berada di atas tiang tiba-tiba terlepas dari pengaitnya saat prosesi pengibaran.

Hasanudin memastikan kejadian tersebut bukan disebabkan tali maupun bendera yang putus. Pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap sarana pengibaran setelah kejadian.

“Talinya enggak putus. Pengaitnya. Saya juga tadi memastikan. Ketika di sana memastikan, ternyata enggak ada yang putus,” ujarnya.

Baca Juga: Dapat Remisi dan Bebas di HUT RI, Dicki Saptadji: Ingin Menyusun Hidup Lebih Baik

Ia juga menegaskan bahwa terlepasnya bendera tersebut bukan merupakan kejadian yang disengaja. “Tidak disengaja sama sekali,” katanya.

Hasanudin menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia, khususnya terkait sarana pendukung dalam prosesi pengibaran bendera.

Menurutnya, panitia tidak ingin mencari pihak yang harus disalahkan atas kejadian tersebut. Evaluasi dan perbaikan sarana dinilai lebih penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan upacara berikutnya.

“Tetapi ya seperti itu, kita tidak mencari siapa yang salah, tetapi fokus kepada perbaikan ke depannya seperti apa,” ucap Hasanudin.

Berita Terkait
Berita Terkini