Kota Sukabumi Kembali Raih Penghargaan Indeks Kota Toleran

Rabu 31 Januari 2024, 10:16 WIB
Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menerima penghargaan Indeks Kota Toleran pada Selasa, 30 Januari 2024 di Hotel Sahid, Jakarta. | Foto: Dokpim Kota Sukabumi

Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menerima penghargaan Indeks Kota Toleran pada Selasa, 30 Januari 2024 di Hotel Sahid, Jakarta. | Foto: Dokpim Kota Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menerima penghargaan Indeks Kota Toleran pada Selasa, 30 Januari 2024 di Hotel Sahid, Jakarta.

"Alhamdulillah nilai Kota Sukabumi dalam Indeks Kota Toleran mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan kita telah berhasil menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Kota Sukabumi. Penghargaan ini juga merupakan hasil ikhtiar bersama, termasuk FKUB yang hadir juga di sini," kata Kusmana.

Kusmana menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus berupaya meningkatkan nilai toleransi di kota ini. Dia berharap Kota Sukabumi dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mewujudkan kota toleransi.

"Terima kasih atas penghargaan ini, kita akan terus meningkatkan dan mewujudkan kota toleransi untuk Kota Sukabumi dan dapat menjadi barometer dalam pengimplementasian toleransi di Indonesia," kata dia.

Baca Juga: Harmoni Gereja Sidang Kristus dan Masjid Agung di Kota Sukabumi

Penghargaan Indeks Kota Toleran ini bertujuan untuk mengapresiasi kota-kota yang telah menunjukkan komitmen dan kinerja yang baik dalam menjaga toleransi antar umat beragama.

Kota Sukabumi diberi penghargaan sebagai kota toleran dan mengalami peningkatan nilai. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, antara lain: Komitmen pemerintah Kota Sukabumi untuk menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.

Adanya berbagai program dan kegiatan yang mendukung toleransi antar umat beragama juga menjadi salah satu indikator kota toleran. Salah satunya adanya keterlibatan Forum Kerukunan Umat Beragama. FKUB merupakan lembaga yang beranggotakan tokoh-tokoh agama dari berbagai agama dan keyakinan.

Peran aktif masyarakat bersama unsur lainnya dalam menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama menjadi hal penting dalam penerimaan pengharagaan sebagai kota Toleran.

Dapat disimpulkan, penghargaan Indeks Kota Toleran ini menjadi bukti bahwa Kota Sukabumi telah berhasil menjalankan visi dan misinya sebagai kota yang inklusif. (ADV)

Sumber: Website KDP Kota Sukabumi

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi27 April 2024, 21:59 WIB

Janda Asal Kompa, Identitas Mayat Setengah Telanjang di Sungai Cicatih Sukabumi

Menurut Yulianti, korban mengalami keterbelakangan mental.
Mayat EKS (25 tahun) di Sungai Cicatih, Kampung Jamu Diva RT 05/03 Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (27/4/2024). | Foto: Istimewa
Science27 April 2024, 21:20 WIB

Warga Sukabumi Ngerasa? BMKG Catat Gempa Darat M3.1 Akibat Sesar Cugenang

Gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cugenang.
Peta gempa bumi berkekuatan 3.1 magnitudo pada Sabtu (27/4/2024) pukul 20.22.59 WIB di wilayah Sukabumi dan Cianjur. | Foto: BMKG
Life27 April 2024, 21:00 WIB

Mau Tahu Rahasianya? 6 Langkah Menjadi Orang yang Berkelas dan Elegan

Menjadi orang berkelas di mata orang lain bukanlah tentang kemewahan atau kekayaan, tetapi lebih kepada cara Anda bersikap, berperilaku, dan membawa diri.
Ilustrasi - Menjadi orang berkelas di mata orang lain bukanlah tentang kemewahan atau kekayaan, tetapi lebih kepada cara Anda bersikap, berperilaku, dan membawa diri. (Sumber : Pexels/ Andrea Piacquadio).
Life27 April 2024, 20:42 WIB

Tanggapi dengan Serius, 7 Cara Ini Bisa Dilakukan saat Anak Tidak Mau Pergi Sekolah

Apakah anak prasekolah Anda kesulitan meninggalkan Anda? Bagaimana dengan anak Anda yang berusia 5 tahun? Apakah mereka tidak mau sekolah? Inilah yang harus dilakukan.
Ilustrasi anak ke sekolah. | Foto: Pexels.com/@RDNEStockproject
Life27 April 2024, 20:33 WIB

Dapat Memupuk Keterampilan Kognitif, Ini 6 Aktivitas yang Sangat Baik untuk Anak

Membesarkan anak yang baik hati, bersemangat, dan mandiri mungkin lebih mudah dari yang Anda kira. Berikut beberapa aktivitas yang sering diabaikan yang memupuk keterampilan kognitif, sosial, dan emosional.
Ilustrasi aktivitas anak. | Foto: Freepik/jcomp
Life27 April 2024, 20:00 WIB

7 Penyakit Hati yang Haram Dipelihara agar Selamat Dunia Akhirat, Apa Kamu Memilikinya?

Orang yang memiliki penyakit hati menandakan hatinya belum bersih dan masih kotor dengan persoalan-persoalan keduniawian yang bersifat semua semata.
Ilustrasi. Orang yang memiliki penyakit hati menandakan hatinya belum bersih dan masih kotor dengan persoalan-persoalan keduniawian yang bersifat semua semata. (Sumber : Freepik/@freepik)
Sukabumi27 April 2024, 19:52 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U-23 2024

Polres Sukabumi Kota mengajak kepada warga Kota Sukabumi untuk ikut nobar Timnas Indonesia vs Uzbekistan.
Ilustrasi - Polres Sukabumi Kota mengajak kepada warga Kota Sukabumi untuk ikut nobar Timnas Indonesia vs Uzbekistan. (Sumber : X/@@kabarmojokerto_).
Sukabumi27 April 2024, 19:36 WIB

Mayat Wanita Setengah Telanjang di Sungai Cicatih Sukabumi, Rambutnya Pendek

Jenazah berusia remaja ini ditemukan dalam kondisi tersangkut pada tumpukan kayu.
Mayat wanita setengah telanjang yang ditemukan di Sungai Cicatih, Kampung Jamu Diva RT 05/03 Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (27/4/2024). | Foto: Warganet Instagram
Life27 April 2024, 19:00 WIB

Bisa Sebabkan Kematian! 6 Bahaya Kesepian yang Jarang Disadari Banyak Orang

Orang yang selalu merasa kesepian tidak baik bagi kesehatan. Sebab di dalamnya tersimpan bahaya yang mengancam kondisi fisik seseorang.
Ilustrasi - Orang yang selalu merasa kesepian tidak baik bagi kesehatan. Sebab di dalamnya tersimpan bahaya yang mengancam kondisi fisik seseorang. (Sumber : Pixabay/Andrea Piacquadio).
Sukabumi27 April 2024, 18:55 WIB

Terlindas Mobil, Kronologi Pemotor Tewas Kecelakaan di Cibadak Sukabumi

H meninggal dunia karena mengalami luka sobek dan luka lecet.
Tangkapan layar video saat H (35 tahun) dievakuasi warga. H meninggal dunia setelah kecelakaan di Jalan Suryakencana, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (27/4/2024). | Foto: Istimewa