SUKABUMIUPDATE.com - Gigi berlubang sering dianggap sebagai masalah kesehatan ringan yang hanya menimbulkan rasa ngilu atau sakit saat makan. Padahal, jika dibiarkan tanpa perawatan, kerusakan gigi dapat semakin parah hingga memicu infeksi dan komplikasi serius.
Karies gigi atau gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang paling umum di dunia. Kondisi ini terjadi ketika asam yang dihasilkan bakteri di dalam mulut merusak jaringan keras gigi, terutama akibat konsumsi gula yang berlebihan dan kebersihan gigi yang kurang terjaga. Lantas, apa saja bahaya gigi berlubang jika tidak segera ditangani?
1. Sakit Gigi yang Semakin Parah
Salah satu dampak yang paling umum adalah sakit gigi. Ketika lubang semakin dalam dan mencapai dentin atau pulpa yang berisi saraf serta pembuluh darah, rasa nyeri dapat menjadi lebih intens.
Sakit gigi bisa muncul saat mengunyah, mengonsumsi makanan panas atau dingin, bahkan ketika sedang beristirahat. Jika kerusakan terus berlanjut, penanganan yang diperlukan juga bisa menjadi lebih kompleks.
Baca Juga: Penyebab Gusi Berdarah saat Sikat Gigi, Jangan Diabaikan!
2. Infeksi dan Abses Gigi
Gigi berlubang yang tidak ditangani dapat memungkinkan bakteri mencapai bagian dalam gigi dan menyebabkan infeksi. Salah satu komplikasinya adalah abses gigi, yaitu terbentuknya kumpulan nanah akibat infeksi bakteri.
Gejalanya dapat berupa nyeri berdenyut, gusi atau wajah membengkak, demam, serta rasa tidak enak di mulut. Abses gigi membutuhkan penanganan dokter gigi dan tidak cukup diatasi hanya dengan obat pereda nyeri.
3. Kerusakan Gigi hingga Harus Dicabut
Semakin lama gigi berlubang dibiarkan, semakin besar kemungkinan kerusakan meluas ke bagian gigi yang lebih dalam.
Jika kerusakan sudah terlalu parah dan gigi tidak dapat dipertahankan, dokter mungkin perlu melakukan pencabutan. Padahal, jika ditemukan lebih awal, sebagian kasus gigi berlubang masih dapat ditangani dengan penambalan atau perawatan lain.
4. Kesulitan Mengunyah Makanan
Gigi yang sakit atau rusak dapat membuat seseorang kesulitan mengunyah makanan dengan nyaman. Akibatnya, seseorang mungkin menghindari makanan tertentu atau memilih makanan yang lebih lunak.
Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan makan dan memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
Baca Juga: Jangan Tunggu Sakit, Ini 7 Tanda Gigi Mulai Mengalami Kerusakan
5. Bau Mulut
Lubang pada gigi dapat menjadi tempat tersangkutnya sisa makanan dan menumpuknya bakteri. Kondisi tersebut bisa berkontribusi terhadap bau mulut, terutama jika kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga.
Namun, bau mulut tidak selalu disebabkan oleh gigi berlubang. Masalah gusi, mulut kering, dan kondisi kesehatan lainnya juga dapat menjadi penyebab.
6. Infeksi Menyebar ke Jaringan Sekitar
Pada kasus tertentu, infeksi dari gigi dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, termasuk rahang, wajah, dan leher. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan yang semakin luas dan membutuhkan penanganan medis segera.
Dalam kasus yang jarang tetapi serius, infeksi dapat menyebar lebih jauh dan memicu sepsis, yaitu kondisi ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan gangguan fungsi organ.
Untuk mengurangi risiko gigi berlubang, biasakan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan membersihkan sela-sela gigi setiap hari. Batasi pula konsumsi makanan serta minuman tinggi gula.
Gigi berlubang bukan sekadar masalah penampilan atau rasa ngilu. Jika dibiarkan, kerusakannya dapat berkembang menjadi infeksi yang serius. Penanganan sejak dini membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan peluang mempertahankan gigi.
Baca Juga: BPJS Non Aktif Gegara Desil, Dinkes Kabupaten Sukabumi Sisir Pasien Penyakit Katastropik
Sumber : WHO, NHS













