SUKABUMIUPDATE.com - Meningkatnya kasus influenza A H3N2 atau yang lebih dikenal dengan super flu di Indonesia belakangan ini kembali menarik perhatian masyarakat. Meski dikenal sebagai flu musiman, subtipe ini dapat menyebabkan gejala lebih berat pada kelompok rentan.
Penularannya yang relatif cepat membuat virus ini mudah menyebar, terutama di lingkungan padat dan ruang tertutup. Anak-anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami komplikasi. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini. Berikut Langkah pencegahan juga perlu diterapkan guna menekan penyebaran infeksi.
Gejala Influenza A H3N2 (Super Flu)
Infeksi influenza A H3N2 umumnya diawali seperti flu biasa, tetapi bisa menunjukkan gejala yang lebih nyata dan terasa berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Ciri-ciri yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam tinggi, seringkali di atas 38–39°C
- Batuk kering dan pilek
- Sakit tenggorokan dan sakit kepala
- Kelelahan ekstrem
- Nyeri tubuh dan nyeri otot
- Kadang disertai mata berair atau pembengkakan kelenjar
Karena gejalanya mirip flu musiman, penting untuk memperhatikan gejala yang lebih berat atau berkepanjangan, terutama jika disertai kesulitan bernapas atau kondisi memburuk setelah beberapa hari.
Baca Juga: Influenza A H3N2 atau Super Flu Ditemukan di Jabar, Ini Penjelasan Dinkes
Bagaimana Virus Ini Menular?
Influenza A H3N2 menyebar dengan cara yang sama seperti virus influenza lain, yaitu lewat:
- Droplet pernapasan: Ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, partikel virus dapat tersebar ke udara dan terhirup oleh orang lain di dekatnya.
- Kontak langsung atau tidak langsung: Menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut dapat memicu infeksi.
- Dekat dengan orang sakit: Risiko tinggi pada ruang tertutup dan kerumunan orang.
Pola penularan ini menandakan bahwa virus influenza sangat mudah menyebar di lingkungan yang padat atau ketika kebersihan personal kurang diperhatikan.
Cara Pencegahan Influenza A H3N2
Langkah pencegahan berikut sangat penting dilakukan agar risiko infeksi dapat ditekan:
- Vaksinasi Influenza. Vaksin flu tahunan merupakan cara pencegahan efektif karena membantu tubuh membentuk antibodi terhadap strain influenza yang diperkirakan akan beredar musiman. Meskipun tidak selalu 100% mencegah infeksi, vaksin dapat mengurangi keparahan gejala dan kemungkinan komplikasi.
- Cuci Tangan Rutin. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur, terutama setelah berada di luar rumah atau menyentuh permukaan umum, membantu mengurangi kemungkinan virus berpindah dari tangan ke mulut, hidung, atau mata.
- 3. Etika Batuk dan Bersin. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk/bersin, kemudian membuang tisu dengan benar, dapat mengurangi penyebaran droplet ke orang lain.
- Tingkatkan Daya Tahan Tubuh. Istirahat cukup, nutrisi seimbang, dan hidrasi yang baik membantu sistem imun bekerja optimal. Hal ini penting terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
- Gunakan Masker Saat Sakit. Memakai masker ketika sedang sakit atau batuk dapat mengurangi penyebaran virus ke orang lain, serta membantu melindungi diri sendiri dari paparan.
meningkatnya kasus influenza A H3N2 menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan. Meski bukan virus baru, dampaknya bisa lebih serius jika diabaikan. Dengan mengenali gejala, memahami cara penularan, dan menerapkan langkah pencegahan, masyarakat dapat melindungi diri dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Sinopsis Film Suka Duka Tawa, Mengangkat Luka Keluarga Lewat Stand-Up Comedy
Sumber: Berbagai Sumber



