SUKABUMIUPDATE.com - Beberapa negara-negara di Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis dan lainnya saat ini tengah dilanda cuaca panas yang dikenal sebagai “Heatwave”.
Cuaca panas ini cukup mematikan karena bisa berakibat fatal bagi manusia, bahkan tak sedikit yang harus kehilangan nyawa akibat gelombang panas tersebut.
Lalu, apakah itu heatwave, bagaimana bisa terjadi, apa dampaknya dan apakah Indonesia bisa mengalami hal serupa?
Baca Juga: 1000 Orang Meninggal Akibat Cuaca Panas hingga 40 Derajat Celcius di Prancis
Apa Itu Heatwave
Mengutip dari World Meteorological Organization (WMO) Heatwave atau gelombang panas adalah periode cuaca dengan suhu yang jauh lebih tinggi dari rata-rata normal di suatu wilayah dan berlangsung selama beberapa hari atau lebih.
Tidak ada satu batas suhu yang berlaku untuk seluruh dunia karena definisinya bergantung pada kondisi iklim setempat.
Misalnya, suhu 35°C mungkin dianggap biasa di beberapa wilayah gurun, tetapi dapat dikategorikan sebagai heatwave di negara yang umumnya memiliki suhu musim panas sekitar 25–28°C.
Di Eropa, badan meteorologi umumnya menyebut heatwave ketika suhu maksimum harian berada jauh di atas rata-rata musiman selama sedikitnya tiga hari berturut-turut.
Kenapa Heatwave Bisa Terjadi?
Mengutip dari World Weather Attribution, Heatwave disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer dan iklim, seperti;
1. Sistem Tekanan Tinggi (High Pressure)
Penyebab utama heatwave adalah adanya sistem tekanan udara tinggi yang bertahan lama di suatu wilayah. Kondisi ini menyebabkan langit cerah tanpa banyak awan, sinar Matahari langsung memanaskan permukaan bumi, udara panas terperangkap sehingga sulit keluar hingga curah hujan menjadi sangat sedikit. Fenomena ini sering disebut sebagai heat dome atau "kubah panas".
2. Perubahan Iklim
Perubahan iklim akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca membuat heatwave lebih sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan mencapai suhu yang lebih ekstrem.
Suhu rata-rata Bumi yang terus meningkat membuat peluang terjadinya gelombang panas menjadi jauh lebih besar dibandingkan beberapa dekade lalu.
Laporan ilmiah menunjukkan bahwa pemanasan global telah meningkatkan intensitas dan frekuensi gelombang panas di banyak kawasan, termasuk Eropa. Intergovernmental Panel on Climate Change
3. Tanah yang Kering
Ketika tanah kehilangan banyak air penguapan berkurang, energi Matahari lebih banyak digunakan untuk memanaskan udara sehingga suhu meningkat lebih cepat. Inilah sebabnya heatwave sering diperparah oleh kekeringan.
4. Angin Panas
Di Eropa Selatan, angin panas dari wilayah Gurun Sahara sering membawa massa udara bersuhu sangat tinggi ke negara-negara seperti Spanyol, Portugal, Prancis dan Italia. Akibatnya suhu dapat menembus 40°C bahkan lebih.
Mengapa Heatwave di Eropa Sangat Berbahaya?
Meskipun beberapa negara tropis memiliki suhu yang mirip, masyarakat Eropa lebih rentan karena beberapa alasan, seperti;
- Banyak rumah dirancang untuk mempertahankan panas saat musim dingin, bukan membuang panas saat musim panas.
- Tidak semua rumah memiliki pendingin ruangan (AC).
- Populasi lansia cukup besar.
- Infrastruktur seperti rel kereta dan jalan dirancang untuk suhu yang lebih rendah dibanding wilayah gurun atau tropis.
Dampak Heatwave
1. Dampak terhadap Kesehatan
Heatwave dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), sengatan panas (heat stroke), gangguan jantung, gangguan pernapasan, bahkan kematian.
Kelompok yang paling rentan meliputi bayi, lansia, ibu hamil, pekerja luar ruangan, dan penderita penyakit kronis.
2. Kebakaran Hutan
Suhu tinggi membuat vegetasi sangat kering sehingga mudah terbakar. Percikan kecil saja dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan.
3. Kekeringan
Heatwave meningkatkan penguapan air sehingga sungai menyusut, air waduk menurun, pasokan air bersih berkurang, hingga irigasi pertanian terganggu.
4. Produksi Pangan Menurun
Tanaman mengalami stres panas sehingga pertumbuhan terganggu, hasil panen menurun yang menbgakibatkan harga pangan bisa naik.
5. Gangguan Infrastruktur
Panas ekstrem juga dapat menyebabkan rel kereta melengkung, jalan aspal meleleh atau rusak, jaringan listrik terbebani karena penggunaan AC meningkat.
Bagaimana Cara Menghadapi Heatwave?
Beberapa langkah yang dianjurkan jika terjadi cuaca panas ekstrem antara lain;
- Minum air secara teratur meski tidak merasa haus.
- Hindari aktivitas berat pada siang hari.
- Gunakan pakaian yang longgar dan berwarna terang.
- Cari tempat yang sejuk atau berpendingin.
- Tutup tirai atau gorden pada siang hari untuk mengurangi panas di dalam rumah.
- Periksa kondisi lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit kronis secara berkala.
- Ikuti peringatan cuaca dari otoritas setempat.
Apakah Indonesia Bisa Mengalami Heatwave?
Secara ilmiah, Indonesia sangat jarang mengalami heatwave seperti yang terjadi di Eropa. Alasannya, Indonesia berada di wilayah tropis sehingga suhu harian relatif stabil sepanjang tahun.
Meski demikian, beberapa daerah dapat mengalami cuaca sangat panas akibat kombinasi musim kemarau, langit cerah, dan pengaruh fenomena iklim seperti El Niño.
Kondisi tersebut dapat membuat suhu terasa lebih menyengat, tetapi umumnya tidak memenuhi definisi heatwave yang digunakan di wilayah beriklim sedang.


