SUKABUMIUDPATE.com - Gelombang tinggi potensi menerjang perairan pesisir di Jawa Barat termasuk Sukabumi. Dimana peringatan ini berlangsung dari 19 Januari 2026 pukul 07:00 WIB hingga 22 Januari 2026 pukul 07:00 WIB.
Dikutip dari BMKG, pola angin di wilayah Perairan Jakarta dan Jawa Barat bagian utara umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 15 knot.
Sementara di wilayah Jawa Barat bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 30 knot. Selain itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Cianjur, Perairan Sukabumi, Perairan Garut, Perairan Tasikmalaya dan Perairan Pangandaran yang juga dapat berkontribusi terhadap tinggi gelombang.
Berikut adalah kategori Gelombang dari BMKG:
Kategori Gelombang Tinggi
- Perairan Tasikmalaya
- Perairan Pangandaran
- Perairan Sukabumi
- Perairan Cianjur
- Perairan Garut
Kategori Gelombang Sedang
- Perairan Subang
- Perairan Indramayu
- Perairan Cirebon
Disisi lain BMKG juga memantau perkembang Siklon Tropis Nokaen (15.0°LU 124.6° BT) tepatnya di Laut Filipina timur Manila, Bibit Siklon Tropis 96S (15.5° LS 111.1°BT) di Samudra Hindia barat laut Australia dan Bibit Siklon Tropis 975 (14.0° LS 130.3° BT) di Pesisir utara Australia. Dimana hal tersebut dapat memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur dan Laut Arafuru.
Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 m berpeluang terjadi di:
- Selat Malaka bagian utara,
- Samudra Hindia barat Aceh,
- Laut Natuna Utara,
- Selat Karimata bagian utara
- Selat Karimata bagian selatan,
- Laut Jawa bagian barat,
- Laut Jawa bagian tengah
- Laut Jawa bagian timur
- Laut Bali Laut Flores,
- Laut Sumbawa,
- Teluk Bone,
- Selat Makassar bagian selatan,
- Selat Makassar bagian tengah
- Selat Makassar bagian utara,
- Laut Sulawesi bagian barat,
- Laut Sulawesi bagian tengah
- Laut Sulawesi bagian timur
- Laut Maluku,
- Laut Banda,
- Laut Seram,
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Samudra Pasifik utara Papua Barat,
- Samudra Pasifik utara Papua
Saran Keselamatan dan Berisiko terhadap keselamatan pelayaran:
- Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m.
- Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m
Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 m berpeluang terjadi di:
- Samudra Hindia barat Kep. Nias,
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai,
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung,
- Samudra Hindia selatan Banten,
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah,
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta,
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali,
- Samudra Hindia selatan NTB,
- Samudra Hindia selatan NTT,
- Laut Sawu,
- Laut Arafuru bagian barat,
- Laut Arafuru bagian tengah Laut Arafuru bagian Utara,
- Laut Arafuru bagian timur
Saran Keselamatan dan Berisiko terhadap keselamatan pelayaran:
- Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m.
- Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m.
- Kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 m




