Kabar Terbaru Perahu Hanyut di Tegalbuleud Sukabumi: 9 Dievakuasi, Dua Hilang dan Tenggelam

Kamis 05 Agustus 2021, 12:16 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Hingga Kamis, 5 Agustus 2021, sembilan dari 11 perahu nelayan yang hanyut di perairan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, berhasil dievakuasi. Satu perahu dinyatakan tenggelam dan satu lainnya hilang. Belasan Perahu jenis fiber itu sebelumnya hanyut pada Ahad, 1 Agustus sore (lima perahu), sedangkan enam lainnya pada Senin, 2 Agustus pagi.

Proses evakuasi sembilan perahu itu dilakukan pada Rabu, 4 Agustus, dan Kamis, 5 Agustus 2021. "Kemarin (Rabu) berhasil dievakuasi lima perahu dan tadi pagi (Kamis) mulai pukul 06.00 WIB kembali dievakuasi empat perahu," kata nelayan Tegalbuleud, Sadi Kuswara. Sembilan perahu tersebut berhasil ditarik ke pesisir pantai. "Satu unit hilang dan satunya lagi tenggelam, posisinya di dasar laut," tambah dia.

Sadi mengatakan perahu Diltan milik warga bernama Herlan tidak dapat ditarik karena posisinya yang berada di dasar laut dan terhalang sampah bambu. "Kondisi itu menyulitkan tim untuk mengevakuasi," ujarnya. "Sementara perahu Berkah Rizki milik Bang Willy hilang," kata dia. "Harapannya pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, serius membuatkan breakwater agar nelayan bisa tenang saat melaut," imbuh Sadi.

Pemecah ombak atau breakwater sendiri adalah prasanana yang dibangun untuk memecahkan ombak atau gelombang, dengan menyerap sebagian energi gelombang. Pemecah gelombang digunakan untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai dan untuk menenangkan gelombang di pelabuhan sehingga kapal dapat merapat di pelabuhan dengan lebih mudah dan cepat.

Baca Juga :

11 Perahu Nelayan Hanyut di Laut Tegalbuleud Sukabumi, Ini Daftarnya

Sebelumnya diberitakan, gelombang tinggi di perairan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan 11 perahu nelayan hanyut. Belasan perahu jenis fiber ini sebelumnya bersandar di Dermaga SBP Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud. Berikut daftar 11 perahu tersebut dan kondisinya per Kamis, 5 Agustus 2021:

1. Berkah Rizki - milik Bang Willy (hilang)

2. Al Zibran - milik Bang Willy

3. Amanda Zahra - milik Aben

4. Berkah Putri Sulung - milik Henda 

5. Rivia Putri 03- milik Jamal

6. Vion 09 - milik Ato

7. Diltan - milik Herlan (tenggelam)

8. Putra Cikal 31 - milik Sugih

9. Primadona - milik Jamal/Mario 

10. Putri Mekar 01 - milik Erwin

11. Senggol Jaya 001 - milik Jamal/Mario

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Sukabumi04 Mei 2024, 21:49 WIB

Niat Cari Kerja: Pelaku Tolak Sodomi hingga Duel Sebelum Bunuh Pria di Citepus Sukabumi

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, mengatakan bahwa pelaku berinisial A (20 tahun) awalnya mendatangi Ceceu ini dengan niat mencari kerja, sebelum akhirnya membunuh korban
Pelaku pembunuhan setelah ditangkap di Mapolsek Parungkuda Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Sukabumi04 Mei 2024, 21:09 WIB

Pemkab Sukabumi Akan Relokasi Rumah yang Terdampak Longsor di Cibadak

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana merelokasi warga terdampak longsor di Kampung Cibatu Hilir RT 01/RW 11, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang berdampak pada belasan rumah.
Foto udara lokasi longsor di Kampung Cibatu Hilir RT 01/11, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Instagram/@kiekiesukabumi
Sehat04 Mei 2024, 21:00 WIB

8 Cara Sehat Menyembuhkan Asam Urat Agar Tidak Kambuh di Malam Hari

Berikut Sederet Cara Sehat Menyembuhkan Asam Urat Agar Tidak Kambuh di Malam Hari yang Bisa Dilakukan.
Ilustrasi - Pijat Ringan untuk Meringankan Penyakit Asam Urat (Sumber : Freepik/freepik)
Sukabumi Memilih04 Mei 2024, 20:46 WIB

Survei Terbaru Elektabilitas 17 Calon Bupati Sukabumi: Tidak Ada Sosok yang Kuat

asil survei dirilis oleh Lembaga Kajian dan Penelitian Skala Institute bekerjasama dengan Litbang Sukabumiupdate.com.
Ilustrasi pasangan calon bupati/wakil bupati Sukabumi dari jalur perseorangan atau independen | Foto : Sukabumi Update
Life04 Mei 2024, 20:00 WIB

6 Dampak Buruk Terlalu Memanjakan Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

Terlalu memanjakan anak rupanya memiliki dampak buruk bagi perkembangan anak jika sudah tumbuh dewasa. Ini yang perlu diperhatikan para orang tua.
Ilustrasi. Dampak buruk terlalu memanjakan anak. Sumber foto : Pexels/ Pavel Danilyuk
Sukabumi04 Mei 2024, 19:40 WIB

Sukabumi Dinilai Stagnan, Koalisi 5 Partai Cenderung Usung Figur Alternatif di Pilkada

ima partai politik yaitu, PKB, PKS, Demokrat, PAN dan PDIP secara resmi berkoalisi di Pikada Kabupaten Sukabumi 2024. Deklarasi koalisi digelar di salah satu kafe di Jalan Cemerlang, Kota Sukabumi, Sabtu, (4/5/2024).
Deklarasi koalisi 5 partai, PKB, Demokrat, PKS, PAN, PDIP | Foto : Asep Awaludin
Sehat04 Mei 2024, 19:00 WIB

5 Jenis Ikan Laut Tinggi Purin yang Tidak Aman Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Penderita Asam Urat Sebaiknya Mengetahui Apa Saja Jenis Ikan Laut Tinggi Purin yang Tidak Aman Dikonsumsi Guna Mencegah Serangannya Kambuh.
Ilustrasi. Jenis Ikan Laut Tinggi Purin yang Tidak Aman Dikonsumsi Penderita Asam Urat (Sumber : Pexels/OzielGomez)
Sukabumi04 Mei 2024, 18:57 WIB

Di Kubur Berdampingan, Pasutri Tewas Tertabrak Kereta di Kebonpedes Sukabumi Dikenal Ramah

Dalam prosesi pemakaman, berlangsung haru serta diiringi isak tangis keluarga. Mengingat semasa hidup korban yang baik dan suka bersosialisasi dengan tetangga.
Suasana saat pemakaman jenazah suami istri korban tertabrak kereta di Kampung Gunung Kebonpedes Kabupaten Sukabumi | Foto : Asep Awaludin
Sukabumi Memilih04 Mei 2024, 18:39 WIB

5 Partai Resmi Berkoalisi di Pilkada Sukabumi 2024: Optimis Rebut Kursi Bupati

Menghadapai perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang, 5 partai di Kabupaten Sukabumi resmi berkoalisi, yaitu PKB, PKS, Demokrat, PAN dan PDIP.
5 partai politik resmi berkoalisi di Pilkada 2024 Kabupaten Sukabumi, Sabtu 04 Mei 2024 | Foto : Asep Awaludin
Life04 Mei 2024, 18:00 WIB

9 Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan Orang Tua Saat Mendisiplinkan Anak

Membesarkan dan mendidik anak merupakan hal yang terkadang sulit. Sehingga orang tua tidak boleh mengeluarkan kalimat yang membuat anak trauma.
Ilustrasi. Mendisiplinkan anak. Sumber : pexels.com/@Monstera Production