SUKABUMIUPDATE.com - Keberadaan RAP, bocah perokok berusia 2,5 tahun menyita perhatian pemerintah. Pejabat Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), drg Nalih Kelsum, mengunjungi RAP di rumahnya.
"Pejabat kementerian memastikan info yang beredar. Ada yang sebut, RAP bisa menghabiskan rokok hingga 40 batang per hari, ternyata tidak benar," ujar Sekretaris Kecamatan Cibadak, Iik Suhandra kepada sukabumiupdate.com.
BACA JUGA: Bocah Asal Cibadak Sukabumi Mulai Lupa Rokok Berkat Mainan
Kata Ia, dari kementrian memastikan kesehatan dan tingkat kecanduan RAP. Petugas juga mengecek pskisis anak, serta memberikan bingkisan juga uang pembinaan agar RAP tak lagi merokok.
"Tadi memberikan bingkisan makanan dan mainan. Alhamdulillah RAP sudah sembuh total, namun RAP sekarang takut ketika ada orang yang datang ke rumahnya," tukasnya.










