SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi sedang meneliti kasus serangan anjing liar, biasa disebut Ajag, terhadap ternak domba di Kecamatan Curugkembar. Warga diminta lebih waspada.
Kabid K2P2 HP pada Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu mengatakan, luka bekas gigitan Ajag di khawatirkan mengandung virus rabies. Virus bisa saja terdapat pada luka bekas gigitan ajag= pada bangkai maupun domba yang masih hidup.
BACA JUGA:Â Data Disnak Kabupaten Sukabumi, 8 Domba di Curugkembar Mati Dimakan Ajag
"Bisa saja bekas gigitan binatang liar di domba mengandung virus rabies. Oleh karena itu petugas kami di lapangan sudah lakukan observasi terhadap kambing yang masih hidup dan mengalami luka bekas gigitan," tutur Winda ditemui sukabumiupdate.com di kantornya, Senin (8/1/2018).
Observasi ini, kata Winda, bisa memastikan keberadaan virus atau penyakit berbahaya lain yang bisa ditularkan hewan liar seperti ajag.
"Ini sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies," kata Winda.
Winda menyarankan, domba sempat diserang Ajag dan masih hidup untuk dipisahkan dari lainnya. Domba boleh disatukan dengan yang lain, jika sudah dipastikan tidak ada tertular penyakit dari Ajag.
BACA JUGA:Â Ekosistem Hutan Rusak Sebabkan Ajag Turun ke Perkampungan di Curugkembar Sukabumi
"Setelah dinyatakan sehat, silakan dipelihara kembali," tutur Winda.
"Kami hanya bisa mengimbau masyarakat untuk lebih mewaspada. Terutama terkait keselamatan anak-anak," kata Winda.
